Terminal PT Pertamina Patra Niaga di wilayah Rewulu, Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Jateng-DIY Aman Selama Ramadan
Ahmad Mustaqim • 20 February 2026 14:56
Yogyakarta: PT. Pertamina Patra Niaga menyatakan kebutuhan rumah tangga terhadap bahan bakar gas selama Ramadan dipastikan aman. Proses pemasokan telah dilakukan sejak 17 Februari 2026.
"Kemarin pada 17 Februari, untuk Jateng-DIY sudah kami pasok, suplainya saling terkait," kata Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan pada Jumat, 20 Februari 2026.
Taufiq mengungkapkan perkiraan kebutuhan gas elpiji masyarakat sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum memasuki Ramadan. Sebab, intensitas memasak masyarakat dipastikan meningkat selama Ramadan.
Baca Juga :
"Jadi kita itu volume aktivitas memasak itu sangat tinggi di bulan Ramadan. Jadi kita tambahkan elpiji itu kemarin kita pasok, elpiji 3 kilogram total 1,1 juta tabung," ujar Taufiq.
Taufiq mengatakan jumlah pasokan gas elpiji 3 kilogram saat ini lebih rendah dibandingkan kebiasaan yang dilakukan Pertamina di DIY-Jateng. Biasanya, pasokan tersebut mencapai 900 ribu tabung.
"Nah jumlah tersebut itu sekitar total 80 persen sampai dengan 90 persen alokasi kebutuhan harian. Ini hariannya sejumlah berarti sekitar 900 ribu tabung se-Jateng-DIY. Kita tambah lagi 88 persen sejumlah 1,1 juta tabung tadi. Biasanya sarapannya pertumbuhannya di bulan ramadan itu kisarannya sekitar 5 persen saja," ungkapnya.

Terminal PT Pertamina Patra Niaga di wilayah Rewulu, Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Ia mengungkapkan pasokan yang dilakukan Pertamina masih difokuskan untuk bulan Ramadan. Pihaknya berharap dengan penambahan 5 persen dari pasokan biasanya, kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi.
"Tapi ini pasokan itu untuk mengamankan Ramadan dulu. Harusnya meng-cover ya, karena dari peningkatan konsumsi kan prediksinya cuma 5 persen. Nanti kalau untuk jelang lebaran, h-15, h+15 kita bicaranya beda lagi," kata dia.