Lima Desa di Sayung Demak Masih Terendam Banjir

Banjir masih menggenangi wilayah permukiman Sayung Kabupaten Demak. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Lima Desa di Sayung Demak Masih Terendam Banjir

Rhobi Shani • 20 February 2026 20:00

Demak: Sebanyak lima desa di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga kini masih tergenang, pasca-jebolnya tanggul sungai. Jalur provinsi penghubung Semarang dengan Kabupaten Grobogan juga belum bisa dilalui.

Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan bahwa saat ini banjir masih merendam di Desa Sayung, Desa Kalisari, Desa Loireng, Desa Prampelan, dan Desa Karangasem. Ketinggian yang merendam wilayah permukiman mulai 20 sampai 60 sentimeter.

“Untuk Desa Kalisari, ketinggian air di wilayah terdampak berkisar antara 20 hingga 55 sentimeter, sedangkan di area permukiman warga sekitar 10 sampai 40 sentimeter. Sementara di Desa Sayung, ketinggian air mencapai 20 hingga 60 sentimeter, dan di pemukiman sekitar 15 hingga 40 sentimeter,” papar Agus, Jumat petang, 20 Februari 2026.

Sementara itu, kondisi banjir di Kecamatan Guntur dan Kecamatan Kebonagung dilaporkan telah surut. Meski demikian, proses penanganan darurat masih terus dilakukan, terutama di titik-titik tanggul jebol Sungai Tuntang dan Sungai Cabean.

Banjir masih menggenangi wilayah permukiman Sayung Kabupaten Demak. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Proses penutupan tanggul jebol terus dikebut menggunakan empat unit excavator dan satu unit buldoser di Sungai Tuntang, serta dua unit excavator di Sungai Cabean.

"Pengalihan arus lalu lintas masih diberlakukan di ruas Jalan Raya Purwodadi–Semarang untuk menghindari risiko bagi pengguna jalan," kata Agus.

Meski tidak terdapat pengungsian, banjir tercatat berdampak pada sekitar 6.084 kepala keluarga atau 20.210 jiwa. Ribuan rumah masih dalam tahap pendataan, termasuk fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, lahan pertanian, hingga tambak ikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)