PM India Narendra Modi. (Anadolu Agency)
PM India Narendra Modi Ajak Warga Kurangi Konsumsi BBM, Serukan Kembali WFH
Willy Haryono • 11 May 2026 06:53
New Delhi: Perdana Menteri India Narendra Modi mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga energi global akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Modi juga mendorong masyarakat India kembali menerapkan pola kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang pernah digunakan secara luas selama pandemi Covid-19.
“Pada masa Corona, kita menerapkan work from home, pertemuan daring, konferensi video, dan mengembangkan banyak sistem seperti itu,” kata Modi, dikutip India Today, Senin, 11 Mei 2026.
“Kita juga sudah terbiasa dengan itu,” lanjutnya.
Menurut Modi, saat ini praktik-praktik tersebut perlu kembali diprioritaskan demi kepentingan nasional. “Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai kembali kebiasaan itu karena hal tersebut akan menjadi kepentingan nasional,” ujarnya.
Gangguan di Selat Hormuz
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian memicu balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.Konflik tersebut juga menyebabkan gangguan serius di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia.
“Bensin dan solar telah menjadi sangat mahal di seluruh dunia,” kata Modi.
“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghemat devisa yang digunakan membeli bensin dan solar dengan cara mengurangi konsumsinya,” tambahnya.
Selain soal energi, Modi juga meminta masyarakat menunda pembelian emas untuk kebutuhan pernikahan selama satu tahun sebagai bagian dari upaya menekan pengeluaran nonprioritas.
Ia juga mengajak masyarakat mengurangi konsumsi minyak goreng serta mendorong petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia impor. “Kita harus mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga setengahnya dan bergerak menuju pertanian alami,” ucap Modi.
“Dengan cara itu, kita dapat menghemat devisa sekaligus melindungi lahan pertanian dan bumi,” pungkasnya.
Baca juga: Daftar 10 Negara Paling Tahan Hadapi Krisis Energi, Indonesia Termasuk