Rosan: 32% Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ditopang dari Investasi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.

Rosan: 32% Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ditopang dari Investasi

Richard Alkhalik • 5 May 2026 15:53

Jakarta: Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan tren positif.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja perekonomian nasional pada kuartal pertama 2026 berhasil mencatatkan pertumbuhan di level 5,61 persen secara tahunan (yoy). Adapun sumbangsih investasi terhadap pertumbuhan ekonomi setara dengan 1,8 persen.

Rosan menjelaskan, dari total pertumbuhan tersebut, sektor investasi mencatatkan performa gemilang dengan memberikan kontribusi hingga 32 persen. Hal tersebut melampaui rata-rata kontribusi sebelumnya yang biasanya hanya berkisar 28 persen hingga 29 persen.

"Growth ekonomi kita ini berjalan sangat baik, sangat positif, tentunya dari segi investasi," kata Rosan, usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
 

Baca juga: Purbaya: Indonesia Sudah Bisa Terlepas dari Kutukan Pertumbuhan 5%


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Rencana pendirian Indonesia Financial Center


Rosan melanjutkan, rencana proyek pendirian Indonesia Financial Center sedang dalam pembahasan lintas sektor, yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hasil rumusan pertemuan tersebut rencananya akan segera dilaporkan secara langsung kepada Presiden. Terkait titik lokasi proyek, Rosan mengungkapkan pemerintah telah melakukan peninjauan ke wilayah Bali.

Saat ini, jajaran kementerian dan lembaga terkait tengah membedah berbagai prasyarat dari kawasan tersebut yang masih dalam pembahasan lebih lanjut.

Langkah ini mencakup penyiapan kerangka regulasi, kepastian hukum, hingga perumusan skema insentif. Sebagai tolak ukur, pemerintah akan melakukan komparasi desain kebijakan dengan pusat-pusat keuangan global yang telah mapan.

"Kita juga akan lihat perbandingan dengan Financial Center yang di Dubai, yang ada di Abu Dhabi, yang ada di Singapura, dan lain-lainnya," jelas dia.

Lebih lanjut, Rosan memastikan Indonesia Financial Center nantinya akan dikelola oleh sebuah badan otoritas tersendiri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)