Ilustrasi - Seorang penjaga makam berjalan di pemakaman jamaah haji yang meninggal di Sharaya, Makkah, Arab Saudi. ANTARA FOTO/Saptono
Haji Asal Aceh yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi 12 Orang
Whisnu Mardiansyah • 18 June 2026 17:10
Banda Aceh: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi bertambah. Total hingga hari ini tercatat 12 orang yang wafat, baik di Makkah maupun di Madinah.
"Dua lagi haji Aceh meninggal dunia, satu di Makkah dan satu di Madinah. Total yang wafat di Tanah Suci hingga hari ini sudah 12 orang," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Kamis, 18 Juni 2026.
Dua jemaah yang meninggal dunia pada Rabu, 17 Juni 2026, adalah Busra Bustamam Jamil dari Kloter 9 asal Kabupaten Aceh Selatan yang wafat di Makkah, dan Dedeng Trisulo dari Kloter 11 asal Kota Lhokseumawe yang wafat di Madinah. Keduanya meninggal karena masalah kesehatan.
Arijal menuturkan jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Makkah telah dimakamkan di dua lokasi berbeda, yakni Pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram. Sementara itu, jemaah yang wafat di Madinah dikebumikan di Pemakaman Baqi.
Arijal menyebutkan hingga saat ini terdapat 10 jemaah haji asal Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, baik di wilayah Makkah maupun Madinah.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para jemaah asal Aceh.
"Semoga diampunkan segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT, serta memperoleh haji mabrur. Kepada pihak keluarga semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kepergian almarhum dan almarhumah," katanya.

Ilustrasi haji. Dok. Kemenag
Berikut rincian 10 jemaah haji asal Aceh yang meninggal sebelumnya:
-
Razali Mahmud Ben (Kloter 4) – Kota Langsa
-
Muhammad Yusuf bin Nafi (Kloter 8) – Kabupaten Bireuen
-
Nurdin Ali, 69 tahun (Kloter 10) – Kabupaten Pidie
-
Mahdi Muhammad Sufi, 60 tahun (Kloter 2) – Kabupaten Aceh Besar
-
Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh, 74 tahun (Kloter 10) – Kabupaten Pidie
-
Sulasry Abdul Gani, 74 tahun (Kloter 5) – Kabupaten Bireuen
-
Aminah Ahmad, 76 tahun (Kloter 13) – Kabupaten Pidie Jaya
-
Siti Salmijah, 83 tahun (Kloter 13) – Kabupaten Pidie Jaya
-
Maimunah Yusuf Ali, 72 tahun (Kloter 13) – Kabupaten Aceh Tamiang
-
Nurwaida Muhammad Yusuf, 76 tahun (Kloter 8) – Kabupaten Bireuen