Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat/Istimewa
Krisis Rob Demak Butuh Penanganan Cepat dan Menyeluruh
Achmad Zulfikar Fazli • 22 June 2026 18:31
Demak: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Semarang-Sayung. Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai menimbulkan dampak lingkungan yang masif.
Rerie, sapaan akrab Lestari, menjelaskan kawasan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan wilayah selat yang sejak era kolonial Belanda tidak dibangun karena pertimbangan geologis. Kini kawasan tersebut mengalami tekanan akibat pembangunan dan perubahan iklim.
"Kalau kita bicara konteks Demak, wilayah Sayung dan desa-desa di sekitarnya ini sudah masuk kategori bencana permanen, bukan lagi cuma banjir rob," tegas Rerie dalam acara penyerapan aspirasi masyarakat MPR RI bertema Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah: Tantangan Ekologi dan Infrastruktur yang digelar di Hotel Amantis, Demak, Jawa Tengah, Senin, 22 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, bencana ini menyebabkan 6.600 hektare wilayah Demak tergenang dan berdampak pada sekitar 15 ribu kepala keluarga. Anggota Komisi X DPR itu mengungkapkan mayoritas warga kehilangan lahan pertanian dan terpaksa beralih menjadi petani tambak tanpa pengetahuan memadai, sehingga pendapatan mereka tidak stabil.
Menghadapi situasi ini, Rerie menyoroti dua opsi solusi, yaitu relokasi yang sangat sulit dilakukan saat ini. Opsi lain adalah mendorong upaya membangun adaptasi dengan mempersiapkan warga terdampak melalui berbagai program.
"Misalnya, lahan pertanian yang tidak bisa ditanami, kita bicarakan dengan pemerintah untuk mengusahakan padi jenis biosalin. Atau, sawah yang berubah menjadi genangan difungsikan menjadi tambak. Namun, ternyata urusan perizinan mengubah sawah menjadi tambak juga tidak sederhana," ujar Rerie.
.jpg)
Ilustrasi banjir. Medcom
Baca Juga:
Hujan dan Banjir Rob Mengintai Jawa Tengah pada Senin Pagi |
Rerie juga mengkritisi solusi jangka pendek berupa peninggian badan jalan yang hanya memindahkan masalah karena air tetap kembali merendam permukiman warga. Rerie meminta pemerintah daerah dan DPRD mengambil kebijakan administratif yang lebih progresif.
Selain aspek infrastruktur dan ekonomi, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menyoroti pentingnya edukasi lingkungan, khususnya kepada generasi muda. Dia mendorong restorasi ekologis berbasis alam seperti penanaman mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi, serta pengelolaan sampah yang memperparah genangan karena menghambat aliran air.
"Ini sudah bencana dan kita tidak bisa membiarkan. Kalau pendekatannya selalu normatif, persoalan ini tidak akan selesai. Yang hilang di Sayung bukan hanya tanah, tetapi ruang hidup, kepastian, dan masa depan," ujar Rerie.
Acara penyerapan aspirasi masyarakat MPR itu berlangsung dua sesi untuk menampung sebanyak-banyaknya aspirasi. Pada sesi kedua, hadir sejumlah perwakilan masyarakat dari Kecamatan Demak, Wonosalam, Kebonagung, Sayung, Karangtengah, dan Kecamatan Guntur.