Waspada, Banjir Rob Intai Tanjungpinang hingga 8 Maret

Dua orang anak kecil menikmati bermain air saat banjir rob melanda kawasan pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepri awal Januari 2026. ANTARA/Ogen

Waspada, Banjir Rob Intai Tanjungpinang hingga 8 Maret

Lukman Diah Sari • 25 February 2026 13:34

Tanjungpinang: Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 25 Februari hingga 8 Maret 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang Muhammad Yamin mengatakan imbauan tersebut menyusul peringatan dini banjir rob yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam.

"Fenomena fase bulan purnama pada 3 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum, sehingga dapat menyebabkan terjadinya genangan air laut di sejumlah wilayah pesisir Kepri, termasuk Tanjungpinang," kata Yamin di Tanjungpinang, Rabu, 25 Februari 2026, melansir Antara.

Menurut Yamin, potensi banjir rob ini secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat barang, permukiman warga pesisir, serta kegiatan tambak dan perikanan darat. BPBD telah meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut.

"Peringatan dini ini menjadi perhatian serius bagi kami. BPBD bakal aktif memantau wilayah pesisir yang berpotensi terdampak serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi genangan akibat pasang laut," ujarnya.

Dua orang anak kecil menikmati bermain air saat banjir rob melanda kawasan pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepri awal Januari 2026. ANTARA/Ogen

Ia menjelaskan meskipun banjir rob merupakan fenomena alam yang bersifat periodik, kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan risiko kerugian dapat diminimalkan. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada, terutama saat pasang laut maksimum. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, seperti Kampung Bugis, Senggarang, Tanjung Unggat, Teluk Keriting hingga Sei Jang.

"Apabila ditemukan potensi genangan yang membahayakan segera laporkan supaya dapat ditangani lebih cepat," kata dia.

Yamin memastikan BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG, instansi vertikal, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode potensi banjir pesisir berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)