Sebanyak 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global mengunjungi kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Kawasan Alam di Bogor Jadi Ruang Belajar Restorasi dan Konservasi
Deny Irwanto • 24 September 2026 20:50
Bogor: Sebanyak 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global mengunjungi kawasan EIGER Nature di Bogor menjelang pembukaan destinasi tersebut untuk publik. Kunjungan berlangsung dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung pengembangan kawasan berbasis alam.
Kunjungan dilakukan melalui guided site tour. Para peserta diajak mengenal proses pengembangan kawasan, mulai dari restorasi lahan kritis di area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan pengembangan kawasan tersebut masih berada dalam tahap awal sehingga keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam prosesnya.
"Kami melihat EIGER Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak," kata Imanuel di Bogor, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga :
Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia Jadi Kekuatan Global: Investasi Amerika dan Masa Depan Tambang Nasional

Sebanyak 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global mengunjungi kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Kawasan tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan pengalaman panjang dalam kegiatan yang berkaitan dengan alam dan petualangan. Pendekatan yang diterapkan kemudian diarahkan untuk mempertemukan aktivitas pengunjung dengan upaya menjaga alam, budaya, dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan.
Dalam perjalanannya, pengelola juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam mendukung konservasi, edukasi lingkungan, dan pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Bagi WWF, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pendekatan yang tengah dikembangkan, termasuk bagaimana upaya restorasi dan konservasi dapat berjalan berdampingan dengan manfaat bagi masyarakat.
Sementara CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menilai kolaborasi lintas pihak dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung upaya konservasi dan pengembangan sumber pembiayaan yang berkelanjutan.

Sebanyak 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global mengunjungi kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Dokumentasi/ istimewa.
“Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional," jelas Aditya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membahas kemungkinan kerja sama yang lebih luas antara pengelola kawasan, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain konservasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.