Rusia Imbau Warganya Tunda Perjalanan ke Venezuela

Protes mendukung kekuasaan Nicolas Maduro di Venezuela. Foto: Anadolu

Rusia Imbau Warganya Tunda Perjalanan ke Venezuela

Fajar Nugraha • 6 January 2026 20:16

Moskow: Pemerintah Rusia mengimbau warganya untuk menahan diri bepergian ke Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan keamanan. Imbauan tersebut disampaikan Kedutaan Besar Rusia di Caracas pada Senin, 5 Januari 2026, melalui peringatan perjalanan resmi.

Dalam pernyataan yang diunggah di Pusat Situasi dan Krisis Kementerian Luar Negeri Rusia, warga Rusia diminta tidak melakukan perjalanan ke Venezuela kecuali benar-benar mendesak. Imbauan itu dikeluarkan seiring operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela dan ancaman serangan lanjutan.

“Kami sangat menyarankan untuk tidak bepergian ke negara tersebut sehubungan dengan agresi bersenjata Amerika Serikat terhadap Venezuela dan ancaman serangan lebih lanjut,” ucap Kedutaan Rusia, dikutip dari Anadolu, Senin, 5 Januari 2026.

Peringatan ini muncul setelah Amerika Serikat melancarkan operasi berskala besar pada Sabtu lalu yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan New York. Media AS melaporkan sekitar 80 orang tewas dalam operasi tersebut.

Maduro dan Flores kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, dengan tuduhan terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Maduro membantah seluruh tuduhan itu, sementara pemerintah Venezuela menuntut pembebasan keduanya. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mendesak Washington untuk meninjau kembali posisinya dan membebaskan presiden yang terpilih secara sah dari negara berdaulat beserta istrinya.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)