Tendangan Kungfu ke Lawan, Pemain PS Putra Jaya Pasuruan Terancam Larangan Main Seumur Hidup

Tangkapan layar pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang berlaga di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin

Tendangan Kungfu ke Lawan, Pemain PS Putra Jaya Pasuruan Terancam Larangan Main Seumur Hidup

Whisnu Mardiansyah • 6 January 2026 11:59

Bangkalan: Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur mengambil alih penanganan insiden yang menunjukkan dugaan pelanggaran disiplin berat oleh salah satu pemain. Insiden terjadi dalam pertandingan PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Bangkalan, Senin, 5 Januari 2026.

Ketua Komdis PSSI Jawa Timur, Makin Rahmat, menjelaskan berdasarkan video yang beredar dan laporan perangkat pertandingan, pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, terlihat melakukan penghadangan bola dengan kaki kanan yang mengenai bagian dada pemain Perseta, Firman.

"Itu terlihat di menit 72 saat skor 0-4, kemenangan sementara oleh Perseta, jika dilihat di video persepsi saya memang terlihat pelanggaran berat," kata Makin saat dikonfirmasi dari Surabaya seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.

Kasus tersebut langsung ditangani Komdis dan dijadwalkan menjalani sidang pada Selasa, 11 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Sidang bertujuan menentukan bentuk dan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
 


Menurut Makin, insiden tersebut bisa masuk kategori pelanggaran disiplin berat sebagaimana diatur dalam Pasal 48 Kode Disiplin PSSI, yang memiliki ancaman hukuman paling berat berupa larangan bermain seumur hidup.

Namun, keputusan akhir terkait sanksi baru dapat ditentukan setelah seluruh proses sidang dan pemeriksaan selesai. "Semua akan diputuskan dalam sidang komdis hari ini, semoga bisa secepatnya untuk keluar hasilnya," ucap Makin.

Sementara itu, kondisi pemain Perseta 1970 Tulungagung yang menjadi korban masih menjalani perawatan di rumah sakit pascakejadian. Makin menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan apakah pemain tersebut akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya atau tetap dirawat di Bangkalan, mengingat lokasi pertandingan di Stadion Bangkalan.

Komdis PSSI Jawa Timur memastikan hasil sidang akan segera diumumkan kepada publik setelah proses persidangan selesai. "Saya juga mengapresiasi panitia pelaksana yang sigap langsung memberi pertolongan pertama kepada pemain Perseta, karena kami juga tidak ingin ada pemain yang meninggal saat bertanding lagi seperti Choirul Huda," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)