Ilustrasi blok migas. Foto: dok Pertamina.
Migas Madura Berpotensi Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Husen Miftahudin • 10 January 2026 00:37
Jakarta: Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Harisandi Savari menyatakan bahwa industri minyak dan gas (migas) di wilayah Madura dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, jika sistem bagi hasil dan partisipasi pengelolaan migas dapat dimaksimalkan.
"Kami melihat migas sebagai potensi besar untuk mengangkat ekonomi lokal, terutama jika bagi hasil dan partisipasi pengelolaan migas benar-benar maksimal," kata anggota DPRD Jawa Timur Harisandi Savari, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026.
Menurut Harisandi, kekayaan migas di Madura, termasuk cadangan minyak dan gas yang masih potensial, dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat apabila porsi bagi hasilnya diperkuat, khususnya dari pemerintah pusat ke daerah.
Harisandi menjelaskan Participating Interest (PI) atau keterlibatan daerah dalam pengelolaan blok migas yang selama ini berada pada kisaran 9–10 persen di sejumlah wilayah, diharapkan dapat memberikan pemasukan tambahan bagi pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Dengan demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Potensi migas bisa meningkatkan perekonomian lokal asalkan porsi hasilnya adil dan dikelola dengan baik," ujar politisi PKS ini.
| Baca juga: Target APBN Tercapai, Mensesneg: ESDM Fokus Lelang 75 Blok Minyak Baru |

(Ilustrasi. Foto: Unsplash)
Pemanfaatan hasil migas untuk masyarakat
Ia menambahkan DPRD Jatim terus mendorong agar keberadaan industri migas tidak hanya menguntungkan perusahaan atau pemerintah pusat semata, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Madura. Termasuk di antaranya pemanfaatan hasil migas untuk pembangunan fasilitas publik dan peningkatan layanan masyarakat.
"Kami ingin menghilangkan pandangan negatif selama ini bahwa Madura hanya menjadi wilayah eksplorasi tanpa manfaat signifikan bagi masyarakat lokal, sementara keuntungannya lebih banyak mengalir ke luar daerah atau pusat," ucap Harisandi.