ilustrasi (MI/Akhmad Safuan)
Banjir Rob Rendam Pantura Jateng, Aktivitas Warga Terdampak
Akhmad Safuan • 13 July 2026 11:10
Semarang: Banjir air laut pasang (rob) merendam sejumlah kawasan pesisir di jalur Pantura Jawa Tengah, Senin, 13 Juli 2026. Fenomena yang terjadi sejak pagi hari itu disertai peringatan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan utara dan selatan yang berisiko mengganggu aktivitas pelayaran.
"Banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah berpotensi mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanfadhila, dikutip dari Media Indonesia.
Shafira menyebut banjir rob kali ini memiliki pola berbeda. Jika biasanya terjadi pada sore hingga malam hari, kali ini air pasang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dengan ketinggian maksimal mencapai 1 meter. Daerah yang terdampak meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang.
Selain banjir rob, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait gelombang tinggi. Di perairan utara, terutama kawasan Karimunjawa bagian barat dan timur, gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi serupa juga berpeluang terjadi di perairan selatan mulai dari Cilacap hingga Purworejo.
Aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, serta kapal barang dan penumpang diminta waspada, terutama saat kecepatan angin berada di atas 15 knot. Secara umum, kecepatan angin di wilayah Jawa Tengah terpantau berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam.

Warga masih harus berjuang menghadapi banjir saat melintas di Pantura Semarang-Demak saat air laut pasang datang. (MI/AS)
Di sisi lain, kondisi cuaca Jawa Tengah diprediksi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari tanpa ada tanda-tanda turun hujan. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, mengatakan musim kemarau kini semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). "Waspadai kebakaran hutan dan lahan karena banyak daun kering," tegas Rany.
Suhu udara di Jawa Tengah saat ini berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 45-95 persen. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang terjadi baik di wilayah pesisir maupun daratan.