Ilustrasi freepik
Lombok Timur Siaga Darurat Dampak El Nino
Silvana Febiari • 14 July 2026 09:44
Lombok Timur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan status siaga darurat untuk menghadapi ancaman dampak El Nino pada musim kemarau 2026. Penetapan status ini bertujuan agar penanganan kekeringan dilakukan cepat dan tepat sasaran.
"Langkah itu diambil agar penanganan kekeringan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," kata Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi, dilansir dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia mengatakan penetapan status mengacu pada prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Kami sudah menerbitkan surat keputusan (SK) siaga darurat terhadap prediksi El Nino sesuai prediksi BMKG," ungkapnya.
Pemkab Lombok Timur juga mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, BNPB, dan sejumlah instansi terkait. "Rapat tersebut membahas langkah antisipasi agar dampak El Nino tidak semakin luas," ucapnya.
Setelah menetapkan status siaga, BPBD langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memetakan sumber-sumber air yang masih bisa dimanfaatkan saat musim kemarau panjang.
"TRC sudah bergerak memetakan potensi sumber air yang bisa didorong saat tanggap darurat," ujarnya.
Hasil pemetaan itu menjadi dasar penanganan di lapangan. Nantinya, BPBD menyesuaikan langkah sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Jika tersedia sumber air bersih, BPBD akan mengutamakan pipanisasi dan menyalurkan air langsung ke pemukiman warga. "Apabila suatu wilayah memiliki potensi air tanah, BPBD akan mengusulkan pengeboran sumur," tuturnya.
Namun jika kedua upaya itu tidak memungkinkan, BPBD akan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. "Kalau tidak memungkinkan pipanisasi maupun pengeboran, kami distribusi air memakai tangki," jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, NTB Lalu Mulyadi. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Saat ini, BPBD menyiapkan lima mobil tangki yang siap beroperasi setiap hari. BPBD dapat mengerahkan hingga 30 mobil tangki jika kebutuhan di lapangan meningkat.
BPBD telah memetakan delapan kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan, di antaranya Keruak, Jerowaru, Sakra Timur, Sambelia, Sembalun, Pringgabaya, Suela dan Wanasaba.
"Jumlah itu masih bisa bertambah dan kami memperkirakan potensi kekeringan dapat meluas hingga 11 kecamatan," sahutnya.
Pihaknya memperkirakan dampak El Nino tahun ini berada pada kategori moderat. Namun, musim kemarau diprediksi berlangsung lebih lama.
"Prediksi kami moderat, tetapi frekuensinya lebih panjang. Karena itu, kami memperkuat mitigasi sejak sekarang," ungkapnya.