Suhu Minus 6 Derajat Celsius, Embun Upas Dieng Tarik Puluhan Ribu Wisatawan

Hamparan embun beku atau embun upas menyelimuti Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) pagi. ANTARA/HO-UPTD Dieng

Suhu Minus 6 Derajat Celsius, Embun Upas Dieng Tarik Puluhan Ribu Wisatawan

Whisnu Mardiansyah • 9 July 2026 15:52

Banjarnegara: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mencatat fenomena embun upas yang kembali menghiasi Dataran Tinggi Dieng. Fenomena ini menjadi daya tarik utama wisatawan di tengah musim liburan sekolah.

Kepala Dinparbud Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, mengungkapkan  embun upas merupakan fenomena alam rutin yang muncul di Dieng, khususnya di kawasan Kompleks Candi Arjuna, saat musim kemarau tiba. Fenomena ini biasanya terjadi pada Juli hingga Agustus, saat suhu udara dini hari turun drastis hingga di bawah titik beku.

"Ini merupakan fenomena alam yang memang terjadi. Biar masyarakat tahu dan wisatawan juga banyak hadir ke sana untuk menikmati suasana ini," ujar Tursiman di Banjarnegara, seperti dilansir Antara, Kamis, 9 Juli 2026, 

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan suhu di kawasan Dieng bisa mencapai minus 1 hingga minus 2 derajat Celsius, bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih ekstrem.

Tursiman menambahkan, kemunculan embun upas menjadi salah satu ikon wisata Dieng yang selalu dinanti, terutama saat musim kemarau bertepatan dengan libur sekolah. Pihaknya gencar mempromosikan fenomena ini agar semakin banyak wisatawan berkunjung, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan cuaca dan pelestarian lingkungan.

 


Kepala Bidang Kelembagaan, Sumber Daya Manusia dan Pemasaran Dinparbud Banjarnegara, Eko Sri Wurjani Juniasih, menyebutkan bahwa momen embun upas yang bersamaan dengan liburan sekolah memberi efek signifikan terhadap lonjakan jumlah wisatawan.

"Alhamdulillah ini bertepatan dengan liburan sekolah. Kunjungan sangat signifikan naiknya karena terkait isu embun upas. Banyak wisatawan yang tertarik karena fenomena alam ini memang jarang terjadi, sehingga mereka beramai-ramai datang ke Dieng, banyak juga yang berwisata bersama keluarga," kata Eko.

Sejak awal musim kemarau, embun upas telah muncul sekitar enam hingga tujuh kali. Pertama kali terlihat pada awal Juni dengan suhu sekitar minus 2 derajat Celsius, kemudian berulang di awal Juli. Bahkan pada Kamis, 9 Juli 2026 pagi, suhu udara tercatat mencapai minus 6 derajat Celsius berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Dieng.


Fenomena bedinding dan embun es mulai terlihat di Dataran Tinggi Dieng. (MI)


"Berdasarkan data penjualan tiket, jumlah wisatawan ke Dieng sepanjang 2026 menunjukkan tren meningkat, yakni Januari sebanyak 69.225 orang, Februari 32.982 orang, Maret 87.031 orang, April 68.799 orang, Mei 89.793 orang, dan Juni 131.970 orang. Sementara pada periode 1-9 Juli 2026, jumlah wisatawan telah mencapai 67.421 orang," papar Eko, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia berharap suhu dingin yang memicu embun upas masih bertahan hingga pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 yang digelar pada 28-30 Agustus mendatang. Jika fenomena ini masih berlangsung, embun upas bisa menjadi nilai tambah yang semakin menarik minat wisatawan.

Embun upas atau embun es adalah lapisan kristal es tipis yang menyelimuti rumput dan tanaman akibat suhu ekstrem pada malam hingga pagi hari. Keunikan ini menjadikannya sebagai salah satu atraksi wisata musiman yang selalu dinantikan di Dataran Tinggi Dieng setiap musim kemarau.

(Whisnu M)