Sejumlah permukiman warga di kawasan Perumahan Taman Vikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir setinggi 2 meter akibat luapan Sungai Cidurian. ANTARA/Azmi Samsul M
Banjir Kabupaten Tangerang Meluas ke 24 Kecamatan
Whisnu Mardiansyah • 14 January 2026 17:43
Tangerang: Bencana banjir di Kabupaten Tangerang, Banten, meluas hingga mencapai 24 dari total 29 kecamatan di wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan, meski meluas, tidak semua desa di setiap kecamatan terdampak.
"Sekarang sudah mencapai sekitar 20-24 kecamatan. Namun, di setiap kecamatan tidak semua desa terdampak. Ada yang satu desa, ada yang dua desa, ada yang tiga desa," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik di Tangerang seperti dilansir Antara, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurutnya, dari 24 kecamatan yang terdampak, sedikitnya terdapat 10 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 45 hingga 50 ribu lebih jiwa yang menjadi korban musibah.
"Ya, sekitar 50 ribuan jiwa. Kurang lebihnya 50 ribuan warga," ucap Taufik.
Ia menyatakan, meski terjadi perluasan area, kondisi genangan banjir di beberapa titik saat ini sudah mulai berangsur surut. Namun, pemukiman yang berlokasi di bantaran sungai masih terendam.
"Yang surut juga banyak, berangsur-angsur surut. Tapi juga ada yang karena limpahan air Sungai Cidurian, sehingga terdampak ke masyarakat," ujarnya.
Salah satu wilayah yang masih terendam adalah Kecamatan Kresek, tepatnya di Desa Pasir Ampo, dengan 144 kepala keluarga dari 132 rumah terdampak. Ketinggian air bervariasi mulai dari 60-80 sentimeter, dengan kondisi terparah mencapai 2 meter.
"Tetapi, untuk data titik banjir nanti kita secara khusus kita akan rekap, karena belum semuanya masuk," papar Taufik.

Warga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Tangerang
Dalam upaya penanganan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Langkah awal yang akan dilakukan meliputi pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi sungai, dan pengaturan pintu air.
"Khususnya di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah lain relatif hampir mirip. Contoh, wilayah Kosambi kemungkinan akan dibangun saluran air atau normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa," kata dia.