Batfest 2025 Angkat Band Lokal dan Budaya Daerah Batu Licin

Batulicin Festival (Batfest) 2025 menyatukan musik nasional, band lokal, budaya daerah, hingga aktivitas sosial dalam satu rangkaian acara (Foto:Dok.MetroTV)

Batfest 2025 Angkat Band Lokal dan Budaya Daerah Batu Licin

Patrick Pinaria • 13 January 2026 16:05

Tanah Bumbu: Batulicin Festival (Batfest) 2025 telah digelar pada 27-31 Desember 2025. Penyelenggaraan festival ini kembali hadir menjadi ruang pertemuan beragam ekspresi masyarakat.
 
Batfest 2025 berlangsung di Jhonlin Pantai Festival. Selama lima hari penyelenggaraan, Batfest menyatukan musik nasional, band lokal, budaya daerah, hingga aktivitas sosial dalam satu rangkaian acara.
 
Selain menghadirkan artis nasional seperti Magenta Orchestra, Raisa, Lyodra, King Nassar, Rizky Febian, NDX A.K.A., dan Wali, Batfest memberi panggung utama bagi band-band asal Batulicin. Salah satunya Senja Jingga.
 
Kedua personel Senja Jingga, Aldy dan Arie mengaku bangga bisa tampil di Batfest 2025. Terasa semakin istimewa bagi mereka karena tahun ini merupakan penampilan kedua mereka di Batfest.
 
"Senang banget. Karena ini festival terbesar di Kalimantan," ujar Aldy dan Arie dari Senja Jingga.
 
Mereka mengakui Batfest memberi exposure besar bagi karya musik lokal. "Dari tahun kemarin, kami baru rilis mini album. Masih banyak yang belum tahu lagu-lagu kami. Sekarang sudah sing along semua di lagu-lagu kami," kata mereka.
 
Pada kesempatan lain, Festival Director Batfest 2025, Alinka Hardianti, menegaskan komitmen penyelenggara dalam memberi ruang bagi musisi daerah.
 
"Kita memberi panggung buat mereka supaya bisa merasakan tampil satu panggung dengan band nasional. Harapannya ini jadi batu loncatan agar mereka punya jenjang ke level nasional," ujar Alinka.
 

 
Ruang kreativitas juga terlihat dari penampilan Primitive Monkey Noose, band lokal Batulicin. Saat tampil di Batfest tahun ini, mereka memadukan musik punk rock dengan alat musik tradisional Panting. Vokalis Primitive Monkey Noose, Richie Petroza menyebut kesempatan tampil di Batfest sebagai pengalaman berharga.
 
"Sejak 2022. Kami selalu diberi kesempatan untuk bisa manggung di Batfest dengan penonton puluhan ribu. Ini sebuah kesempatan yang luar biasa bagi kami," katanya.
 
Ia mengungkapkan tantangan dalam menggabungkan musik tradisional dan punk rock. "Tantangannya bagaimana kita memperkenalkan alat musik Panting ke ranah yang belum pernah dimainkan sebelumnya," ujarnya.
 
Di balik panggung, Show Director Batfest 2025, Ineth Leimena, berperan mengatur jalannya acara selama lima hari. "Ini tahun keempat," katanya saat ditanya tentang keterlibatannya.
 
Menurut Ineth, perubahan paling signifikan terlihat dari tata panggung. "Panggungnya. Setelah evaluasi dua tahun pertama, kami memindahkan posisi panggung meski tantangannya menghadap laut. Tapi ini membuat penonton lebih nyaman," ujarnya.
 
Selain musik, Batfest 2025 juga menampilkan parade kostum budaya. Pelaku UMKM Galeri Bawi Lamus menampilkan baju adat Dayak yang digunakan para penari pada opening acara.
 
"Para penampil di opening acara Batfest 2025 semua pakai baju adat dari Bawi Lamus. Kami yang memproduksi untuk mereka para penari yang tampil di karnaval,"  ujar Maria.
   
Nuansa kebersamaan juga terasa melalui kegiatan sosial, seperti jalan sehat bersama ribuan peserta. Di sisi lain, Batfest menghadirkan bazar UMKM yang ramai dikunjungi masyarakat. Beragam kuliner khas daerah ditawarkan, termasuk Masak Habang yang diperkenalkan oleh Executive Producer Batfest 2025, Liana Saputri.
 
"Makanan khasnya Masak Habang. Semua lauk pakai bumbu itu, seperti ayam, telur hintalu, dendeng. Warnanya merah, rasanya manis, tidak pedas," ujarnya.
 
Menutup rangkaian acara, Batfest 2025 memilih tidak menyalakan kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban bencana. Keputusan tersebut menjadi penegasan bahwa festival ini tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga kepekaan sosial.
 
Batfest 2025 pun menegaskan dirinya sebagai ruang kolaborasi antara musik, budaya, dan masyarakat, sekaligus panggung bagi kreativitas lokal Batulicin untuk terus berkembang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)