Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Bank Jateng Konsisten Bina UMKM dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
Husen Miftahudin • 12 February 2026 15:30
Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng berkomitmen menjadi bank UMKM syariah di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan D.I. Yogyakarta dengan konsisten selama enam tahun membina dan mengembangkan UMKM syariah.
Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Slamet Sulistiono menyampaikan, konsistensi pembinaan dan pengembangan UMKM syariah itu utamanya dilakukan melalui produk-produk pembiayaan yang membantu modal kerja investasi para pelaku UMKM.
"Total sudah lebih dari Rp4 triliun kami salurkan, menjangkau lebih dari 20 ribu UMKM. Semuanya itu merupakan penggerak ekonomi di daerah yang konkret," jelas Slamet dalam acara Metro TV Sharia Economic Forum 2026 :Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026

Metro TV Sharia Economic Forum 2026.
Selain itu, lanjut Slamet, para pelaku UMKM tersebut juga dibekali pemahaman literasi soal produk-produk perbankan melalui fasilitas Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
"Mereka diperlakukan sebagai agen bank, bisa melakukan fungsi selayaknya pelayanan di kantor bank tapi juga bisa menjangkau masyarakat di sekitar wilayah UMKM. Artinya mereka tidak sebatas hanya sebagai nasabah, tapi mereka kami jadikan sebagai mitra yang bersama-sama membesarkan dan mengembangkan pemahaman ekonomi syariah di tengah masyarakat," papar dia.
Meskipun demikian, Slamet juga mengakui terdapat dua tantangan terbesar dalam pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM. Pertama dari sisi internal bank, dengan posisi sebagai bank daerah, Bank Jateng memiliki berbagai keterbatasan, baik dari sisi keterjangkauan maupun struktur cost of fund pada penyaluran pembiayaan.
"Sehingga kalau kita ingin memperkuat sisi ini, maka dibutuhkan support dari seluruh stakeholder untuk ikut membantu mengembangkan akses permodalan UMKM itu dengan cara memberikan penyediaan funding yang murah, yang bisa disalurkan kepada UMKM dengan tarif (bunga) yang juga lebih murah," urai dia.
"Kalau bank sendiri yang berjalan melalui delivery channel maka hal itu juga tidak terlalu optimal, maka dibutuhkan pemahaman masyarakat yang menyeluruh, sehingga perbankan syariah ini bisa dipahami pada titik-titik yang mungkin saja scara fisik keterjangkauannya sulit," ucap Slamet.