Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
BSI Bantu Ojol Belajar Investasi dari Nabung Emas Mulai Rp50 Ribu
Husen Miftahudin • 12 February 2026 13:00
Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI membantu masyarakat kelas menengah bawah seperti pengemudi ojek daring/online (ojol) untuk mempersiapkan hari tua dengan menabung emas. Ini dilakukan BSI melalui produk layanan Bank Emas.
BSI resmi memperoleh izin operasional sebagai bullion bank (bank emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 12 Februari 2025. Berkat ini, BSI lantas memiliki ragam produk bullion bank yang meliputi jual-beli, penitipan, pembiayaan, hingga simpanan emas.
"Ketika OJK memberikan license tentang bullion bank yang mengizinkan BSI melakukan transaksi keuangan (emas), ini yang kita pikirkan pertama, bisa enggak ya kita perluas akses orang untuk mempersiapkan masa tuanya lewat investasi tapi dengan produk yang simpel," ucap Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam rangkaian acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026
"Kalau pakai saham, berapa banyak yang paham? Tapi kalau emas, mereka mau. Karena mereka mau, akhirnya kita mengeluarkan produk yang bisa membeli emas dalam small pieces (pecahan kecil). Mulai dari Rp50 ribu, supir Gojek, itu juga sudah bisa beli (emas)," tambah dia.
.jpeg)
Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Langkah ini dinilai menjadi upaya nyata emiten berkode saham BRIS ini dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelas menengah bawah hingga di masa pensiun. Pasalnya, 99 persen nasabah perbankan saat ini memiliki saldo minim di bawah Rp1 juta.
"Masalahnya harga emas segram kalau kita ke toko hari ini sudah Rp3,3 jutaan. Kalau kembali ke tabungan rekening, hampir dipastikan 99 persen penabung kita, meskipun mau, enggak mampu (membeli emas dalam pecahan biasa yang dimulai dari pecahan 0,5 gram)," urai dia.
Cahyo menekankan, dengan menabung emas, BSI mengajak masyarakat untuk belajar berinvestasi. Hanya dengan Rp50 ribu, masyarakat sudah bisa berinvestasi melalui produk menabung emas di BSI.
"Jumlah kenaikan nasabahnya hampir lima kali lipat 500 persen dalam waktu delapan bulan sejak ada bullion itu. Kita sekarang punya hampir 700 ribu pengguna tabungan emas yang receh, dan tahun ini kita menargetkan dua juta nasabah. Dan kami sangat bangga dengan produk ini. Tapi kami tidak mengizinkan transaksi beli emas gede-gedean di BSI, enggak boleh, kita limitasi. Justru kita ingin mendorong orang-orang yang punya Rp50 ribu, Rp100 ribu, itu mulai memikirkan untuk bisa beli emas," jelas Cahyo.
Ia mengakui, produk dan layanan emas merupakan warna baru bagi bisnis BSI. Dengan menabung emas, juga menjadi akses bagi masyarakat Indonesia untuk lebih meningkatkan adanya kehadiran perbankan syariah di Indonesia.
"Jadi emas ini menjadi warna baru di BSI, yang kita bilang kita muslim, berapa sih yang tetarik dengan produk-produk unik khas syariah seperti tabungan haji, cash waqf linked sukuk? Tapi ada juga muslim yang belum sampai tahapan itu, baru sampai ke 'bisa enggak ya bank syariah bantu beli emas?' Kami mencoba menangkap itu dengan produk emas itu," ucap Cahyo.