Panelis Juragan Jaman Now Reino Barack. Foto: Metrotvnews.com/Surya Perkasa
Reino Barack Blak-blakan Kriteria UMKM Incaran dan Harapan dari Juragan Jaman Now Season 5
Surya Perkasa • 12 February 2026 20:47
Jakarta: Program Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 segera dimulai. Pendaftaran untuk seluruh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ingin mendapat investor dan didampingi pengusaha sukses dengan beragam latar belakang juga sudah dibuka.
Metrotvnews.com berkesempatan mewawancara panelis utama Juragan Jaman Now, Reino Barack. Dia berbicara banyak seputar program yang membuat tidak sedikit UMKM berhasil naik kelas ini. Dia juga blak-blakan berbicara harapannya kepada program yang sudah sukses berjalan empat musim tersebut.
Reino menilai Juragan Jaman Now mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali digelar. Perubahan terlihat dari komposisi peserta hingga pola pendampingan yang semakin terstruktur. Selain itu, dia melihat potensi yang tidak sedikit dari UMKM di Indonesia.
Apa saja potensi yang dilihat Reino Barack dalam program ini? Apa yang akan dicari Reino di UMKM yang akan menjadi peserta dalam Juragan Jaman Now Season 5?
Peserta semakin beragam
Reino mengingat pada season pertama hampir seluruh peserta berasal dari sektor makanan dan minuman. Hal itu dinilai wajar karena mayoritas UMKM di Indonesia bergerak di sektor tersebut.Namun, dari season ke season, kategori usaha semakin variatif. Mulai dari kerajinan tangan, boneka, radio, batik, hingga sektor kreatif lainnya.
“Sekarang tidak lagi didominasi F&B (produk makanan dan minuman). Variasinya makin luas dan ini angin segar,” ujar Reino saat berbincang bersama Metrotvnews.com, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia juga melihat kualitas presentasi peserta semakin matang. Penyampaian produk, model bisnis, hingga laporan keuangan dinilai lebih terstandarisasi dan sistematis dibandingkan musim awal program.
Sejak hadirnya JJN, Reino bersama tim juga mendampingi tak sedikit UMKM. Bahkan dia mendirikan entitas pendamping bernama Astera Group yang memberi bantuan UMKM dari sisi konsultasi finansial, pajak, akuntansi, pemasaran, hingga manajerial.
Menurut dia, kehadiran pendampingan yang lebih spesifik ini berdampak pada perkembangan peserta yang bekerja sama.
“Kami melihat progres bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga tata kelola, administrasi, dan sistem. Scale-up dilakukan bertahap dan terukur,” katanya.
Reino menegaskan, tidak ada kewajiban bagi peserta menggunakan layanan tersebut. Pendampingan bersifat opsional sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dia berharap semakin banyak UMKM yang bisa naik kelas.
Growth jadi penilaian utama saat pitching
Dalam sesi pitching bisnis dan produk dalam Juragan Jaman Now, panelis tetap menilai angka sebagai indikator utama. Presentasi bukan sekadar cerita, melainkan menunjukkan proses dan capaian bisnis secara konkret.“Pada akhirnya yang dilihat adalah growth. Ada pertumbuhan atau tidak. Klaim harus rasional dan berbasis data,” ujar Reino.
Selain potensi pertumbuhan, investor juga melihat kesiapan peserta menerima masukan. Pelaku usaha yang terbuka terhadap evaluasi dinilai memiliki nilai tambah.
Namun, dia mengakui tak ada resep yang sama untuk membuat tiap UMKM. Tapi beragam latar belakang panelis yang menjadi investor dan mentor dalam kegiatan ini bisa membantu peserta di sisi yang paling dibutuhkan.
"Peserta juga harus sadar kekuatan dan kelemahannya. Panelis biasanya masuk di area kelemahan. Kalau mereka bisa secara terbuka mengakui kekurangan dan meminta bantuan untuk memperbaikinya, itu nilai tambah," ungkap Reino.

UMKM harus punya niat scale-up
Untuk Juragan Jaman Now musim kelima, Reino berharap menemukan UMKM yang benar-benar siap dikembangkan bersama investor. Ia menekankan bahwa proses scale-up bersifat resiprokal. Alias dua arah.“Tidak bisa hanya investor yang mau. Pelakunya juga harus siap dan mau berkembang. Harus ada chemistry,” ujarnya.
Menurut dia, keselarasan visi dan pola pikir menjadi faktor pembeda antara alumni yang tumbuh signifikan dan yang stagnan. Hal itu tercermin dari konsistensi laporan keuangan dan performa bisnis dari tahun ke tahun.
Reino menyebut niat dan kemauan kerja keras merupakan fondasi utama agar UMKM naik kelas. Pelaku usaha harus memahami arah dan tahapan pengembangan bisnis.
“Ada urutannya. Banyak yang terlalu semangat langsung lompat ke tahap C, padahal tahap A dan B belum kuat. Proses itu penting,” kata Reino.
Ia menambahkan, pelaku usaha yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek kerap mengabaikan fase investasi dan penguatan fondasi. Padahal, strategi dan momentum sangat menentukan keberhasilan jangka panjang.
Strategi Digital: Awareness, Conversion, Repeat
Tak hanya bicara seputar program dan peserta yang mulai banyak mendaftarkan diri di Juragan Jaman Now, Reino ingin UMKM Indonesia bisa terus tumbuh dan matang. Jutaan UMKM diharapnya terus memanfaatkan peluang yang ada. Terutama di era teknologi dan e-commerce yang semakin berkembang.Di era digital, Reino menilai UMKM wajib hadir di berbagai platform, seperti TikTok dan Instagram. UMKM harus membangun awareness untuk produk yang mereka jual. Namun, kehadiran digital harus mampu dikonversi menjadi penjualan.
“Ada tiga tahap: awareness, conversion, dan repeat. Kalau hanya beli sekali, itu belum sustain,” katanya.
Perubahan perilaku konsumen akibat internet dan smartphone membuat proses belanja semakin singkat dan kompetitif. Pelaku usaha harus memahami kekuatan serta kelemahan bisnisnya untuk menentukan strategi jangka pendek maupun panjang.
Juragan Jaman Now Season 5 akan segera tayang di Metro TV dan kembali menghadirkan panelis yang siap menjadi investor sekaligus mentor bagi UMKM potensial di Indonesia.