Perluas Akses Pemberdayaan, Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan

Pelatihan cetak sablon bagi penyandang disabilitas di Rumah BUMN Karawang. Foto: Dok istimewa

Perluas Akses Pemberdayaan, Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan

Eko Nordiansyah • 5 June 2026 18:05

Karawang: Peruri bersama Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation menggelar pelatihan cetak sablon bagi penyandang disabilitas di Rumah BUMN Karawang. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Pelatihan yang diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang ini dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan dasar cetak sablon. Keahlian praktis ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan baru, membuka peluang usaha mandiri, serta menjadi bekal yang kuat untuk bersaing di dunia kerja.
 
Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi menegaskan, program ini sejalan dengan fokus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk menciptakan masyarakat yang terampil dan berdaya saing. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan meningkat kepercayaan dirinya.
 
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendorong pemerataan kesempatan agar teman-teman disabilitas dapat terus berkarya dan berkontribusi nyata dalam kegiatan ekonomi,” ujar Adi dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.

Di tengah langkah masif Peruri bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security, program ini menjadi bukti bahwa perusahaan tetap berpijak pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan dasar yang membuka kemandirian ekonomi.




(Pelatihan cetak sablon bagi penyandang disabilitas di Rumah BUMN Karawang. Foto: Dok istimewa)

Dukung pencapaian SDGs

Langkah ini juga merupakan wujud nyata kontribusi Peruri terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pilar Pekerjaan Layak dan Berkurangnya Kesenjangan.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Founder KTI Foundation Inaraya menyampaikan, pelatihan menyablon dipilih karena relatif mudah dipelajari dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi para penyandang disabilitas.
 
“Masih banyak penyandang disabilitas dengan potensi dan semangat tinggi yang belum mendapatkan akses pelatihan yang tepat. Keterampilan sablon ini bisa menjadi bekal yang sangat relevan bagi mereka, baik untuk merintis wirausaha maupun bekerja di sektor percetakan,” jelas Inaraya.
 
Ke depannya, sinergi antara Peruri dan KTI Foundation ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem yang ramah disabilitas dan mendukung terciptanya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

(Eko Nordiansyah)