Karhutla di Savana Propok Gunung Rinjani Padam Total

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran di kawasan hutan Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, 3 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas Balai TNGR

Karhutla di Savana Propok Gunung Rinjani Padam Total

Silvana Febiari • 3 June 2026 16:41

Lombok Timur: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Savana Propok, kawasan Gunung Rinjani Resort Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil dipadamkan secara total. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan situasi telah sepenuhnya aman dan terkendali.

"Berdasarkan pantauan visual terbaru dari jarak aman pada Rabu siang, kepulan asap maupun titik api terbuka sudah tidak lagi terlihat di area bekas kebakaran," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi, dilansir dari Antara, Rabu, 3 Mei 2026. 

Ia mengatakan upaya pemadaman secara maraton itu melibatkan tim gabungan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla), petugas Balai TNGR, serta elemen masyarakat. "Petugas gabungan berhasil menghentikan perambatan api yang sempat melahap vegetasi sabana kering sejak Selasa (2 Juni) siang," ucapnya.
 


Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi oleh sistem pemantauan lapangan sekitar pukul 11.00 WITA, Selasa, 2 Juni 2026. Lokasi api mula-mula muncul di kawasan Savana Propok 2, tepatnya pada koordinat 50 446438 E dan 9067279 S.

Embusan angin yang cukup kencang serta kondisi rumput yang mulai mengering memasuki musim kemarau membuat api cepat menyebar. Kobaran tersebut kemudian membakar sebagian vegetasi di kawasan Savana Propok 1.

Dalam merespons situasi darurat tersebut, Kelompok Pengelola Savana Propok langsung bergerak cepat dengan menerjunkan sedikitnya 15 personel ke lokasi kejadian pada pukul 13.00 WITA. 


Gunung Rinjani. Foto: Dok. The Seven Summit of Indonesia


Meski tim telah melakukan pemadaman secara intensif hingga menjelang pukul 18.00 WITA, api belum sepenuhnya dapat dikendalikan pada malam pertama. Sebab, medan yang sulit serta keterbatasan alat di lokasi kejadian.

"Kondisi medan dan gelapnya malam sempat menjadi kendala utama bagi para petugas di lapangan," ujarnya.

Ia mengatakan hingga Selasa pukul 19.00 Wita, api masih terpantau aktif di beberapa bagian kawasan yang terdampak. Mengingat kondisi telah memasuki malam hari dengan tingkat pencahayaan terbatas serta mempertimbangkan faktor keselamatan personel yang bertugas, pemadaman dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Rabu pagi.

"Memasuki Rabu pagi, skenario penanganan berjalan dengan sangat efektif. Tim gabungan kembali bergerak ke lokasi guna melakukan penyisiran total untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi," paparnya.

(Silvana Febiari)