Ketua Harian HKTI Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo. Foto: Istimewa.
MBG Disebut Jadi Program yang Berdampak Langsung terhadap Kualitas SDM
Husen Miftahudin • 6 June 2026 01:28
Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain membantu pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, program ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Ketua Harian HKTI Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan MBG merupakan program yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program Makan Bergizi Gratis sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Program ini juga mendukung ibu hamil dan balita sehingga dapat membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," jelas dia.
Menurut Bachtiar, kebutuhan bahan pangan yang besar untuk mendukung pelaksanaan MBG turut meningkatkan serapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Kondisi ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.
"Semakin tinggi kebutuhan pangan untuk program MBG, semakin besar pula hasil produksi petani yang terserap. Dampaknya tentu sangat positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani," papar dia.

(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
Ketua Harian HKTI Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan MBG merupakan program yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program Makan Bergizi Gratis sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Program ini juga mendukung ibu hamil dan balita sehingga dapat membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," jelas dia.
Menurut Bachtiar, kebutuhan bahan pangan yang besar untuk mendukung pelaksanaan MBG turut meningkatkan serapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Kondisi ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.
"Semakin tinggi kebutuhan pangan untuk program MBG, semakin besar pula hasil produksi petani yang terserap. Dampaknya tentu sangat positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani," papar dia.
| Baca juga: Nanik Bakal Benahi Program MBG, Dapur Tak Layak Akan Disuspensi |

(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
Ciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah
Selain meningkatkan serapan hasil pertanian, program MBG juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah. Kebutuhan tenaga kerja dalam proses penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga operasional dapur menjadi peluang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Program ini juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah karena melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku usaha jasa dalam rantai pasok pangan nasional.
"Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. Ada petani yang hasil panennya terserap, UMKM yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta," jelas Bachtiar.
HKTI meyakini Program MBG dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan perekonomian daerah.
"Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, petani semakin sejahtera, ekonomi daerah bergerak, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional semakin kuat," tutup dia.