Indonesia Dijejali 1,25 Juta Turis Asing di April 2026

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Indonesia Dijejali 1,25 Juta Turis Asing di April 2026

Husen Miftahudin • 2 June 2026 13:11

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka ini naik sebanyak 7,22 persen dibanding April 2025, dan naik 14,75 persen secara bulanan.
 
"Rinciannya, jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama adalah sebanyak 1,08 juta kunjungan. Sedangkan wisman yang masuk melalui pintu masuk perbatasan ada sebanyak 168.569 kunjungan," jelas Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
 
Berdasarkan paspor yang dipegang, lanjut Pudji, pada April 2026 wisman yang memegang paspor Malaysia masih paling tinggi berkunjung ke Indonesia dengan 207,96 ribu kunjungan (16,65 persen). Diikuti Australia sebanyak 157,96 ribu kunjungan (12,65 persen) dan Tiongkok dengan 133,99 ribu kunjungan (10,73 persen).
 
Secara kumulatif, selama Januari-April 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 4,68 juta kunjungan atau naik sebanyak 8,24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Capaian kunjungan wisman Januari-April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020," ucap Pudji.
 

Baca juga: Libur Waisak, 13 Ribu Wisatawan Padati Kepulauan Seribu


(Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini. Foto: Tangkapan layar YouTube BPS)
 

Pergerakan turis lokal turun 24,14%

 
BPS turut mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) atau turis lokal pada April 2026 yang mencapai 97,55 juta perjalanan. Jumlah tersebut turun 24,14 persen dibanding April 2025.
 
Meski demikian, jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif sepanjang Januari-April 2026 masih lebih tinggi 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
"Total perjalanan wisatawan nusantara hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan," papar Pudji.

(Husen Miftahudin)