Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Dok. Tangkapan Layar
Kepala BGN Terbuka Tampung Masukan untuk Perbaikan Tata Kelola MBG
Achmad Zulfikar Fazli • 5 August 2026 20:37
Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, terbuka terhadap berbagai masukan untuk mendukung perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia akan melibatkan partisipasi sejumlah pihak terkait.
“Masukan tersebut dapat berasal dari para ahli, chef, hingga pelaku industri katering,” ujar Sudaryono di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut dia, berbagai masukan penting untuk menambah wawasan serta menjadi bahan evaluasi bagi BGN.
%20oleh%20mitra%20Satuan%20Pelayanan%20Pemenuhan%20Gizi%20(SPPG)%20Husein%20Sastranegara%2C%20Kota%20Bandung%2C%20Jawa%20Barat_%20ANTARA_Rubby%20Jovan(2).jpg)
Ilustrasi petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
BGN menutup permanen 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah Indonesia sebagai upaya perbaikan tata kelola MBG. Hukuman itu diberikan karena adanya pelanggaran dari SPPG tersebut.
"Terdiri atas 98 (SPPG) di wilayah 1 Sumatra, 311 (SPPG) di wilayah Jawa dan Madura, dan wilayah 3 ada 424 (SPPG) dengan total 833 (SPPG diberhentikan permanen)," ujar Kepala BGN Sudaryono di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga :
Kepala BGN Copot 137 Kepala Dapur MBG
Sudaryono menegaskan hukuman kepada SPPG yang terbukti melanggar berbeda dengan sebelumnya. SPPG yang mendapat hukuman kini ditutup total tanpa dibayar oleh negara.
"Dapur yang di-suspend kali ini bukan kaya yang lalu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini di-suspend, tutup, dan gak dibayar," tegas Sudaryono.