Iran dan Oman Hampir Capai Kesepakatan Pemulihan Pelayaran di Selat Hormuz

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran dan Oman Hampir Capai Kesepakatan Pemulihan Pelayaran di Selat Hormuz

Willy Haryono • 4 August 2026 19:09

Teheran: Iran dan Oman dikabarkan tengah memfinalisasi kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz, menurut laporan The New York Times pada Selasa, 4 Agustus 2026, yang mengutip sejumlah pejabat Iran dan Amerika Serikat (AS) yang mengetahui proses perundingan tersebut.

Berdasarkan skema yang sedang dibahas, kapal yang memasuki Teluk akan melintasi jalur pelayaran yang berada di bawah kendali Iran dan berada dekat dengan garis pantainya. Sementara itu, kapal yang keluar dari Teluk akan menggunakan jalur terpisah di dekat wilayah Oman.

Pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa tidak akan ada pungutan biaya bagi kapal yang melintas.

Namun, kesepakatan tersebut mencakup biaya layanan (service fee) untuk menutup biaya dampak lingkungan, pengamanan kapal kargo dan kapal tanker, serta kebutuhan operasional personel.

Bantahan AS

Seorang pejabat AS membantah penjelasan Iran tersebut dan menyebutnya "tidak akurat."

Menurut pejabat tersebut, jalur pelayaran sementara yang diusulkan di Selat Hormuz tidak memerlukan persetujuan Iran dan tidak akan dikenakan biaya kepada kapal yang melintas.

Laporan The New York Times juga menyebut sejumlah pejabat senior Pentagon meragukan skema tersebut karena dinilai berpotensi menjadi konsesi yang terlalu besar kepada Iran.

Di sisi lain, beberapa pejabat Iran dilaporkan mempertanyakan secara internal apakah kesepakatan itu benar-benar dapat mencegah kembali terjadinya serangan militer Amerika Serikat.

Washington dan Teheran dalam beberapa bulan terakhir terlibat aksi saling serang yang mengganggu lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Baca juga:  Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Selat Hormuz

(Willy Haryono)