Pakistan dan Afghanistan masih dalam kondisi memanas. Foto: Anadolu
Serangan Udara Pakistan di Afghanistan dan Perbatasan Tewaskan Empat Orang
Muhammad Reyhansyah • 13 March 2026 17:10
Kabul: Otoritas Afghanistan menyatakan bahwa Pakistan kembali melancarkan serangan udara yang menargetkan Kabul dan sejumlah provinsi di wilayah perbatasan.
Serangan pada Jumat, 13 Maret 2026 tersebut dilaporkan menewaskan empat orang di ibu kota.
Seorang pejabat keamanan Pakistan yang berbicara dengan syarat anonim mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan pada malam sebelumnya. Ia mengatakan operasi tersebut menargetkan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Islamabad bulan lalu memulai rangkaian serangan udara terhadap negara tetangganya itu. Pemerintah Pakistan menyatakan operasi tersebut bertujuan menekan aktivitas militan setelah meningkatnya serangan di wilayahnya.
Namun pemerintah Taliban di Afghanistan membantah terlibat dalam aktivitas militan maupun mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai basis operasi.
Mengutip France24, Jumat, 13 Maret 2026, juru bicara kepolisian Kabul, Khalil Zadran mengatakan, empat orang tewas dan 15 lainnya terluka akibat pengeboman yang menghantam rumah-rumah di ibu kota. Ia menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk di antara para korban.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan melalui unggahan di platform X bahwa serangan Pakistan juga menghantam provinsi Kandahar di selatan serta provinsi Paktia dan Paktika di timur yang berbatasan langsung dengan Pakistan.
Di Kandahar, yang menjadi tempat tinggal pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada, serangan udara dilaporkan mengenai depot bahan bakar milik maskapai Kam Air yang berada di dekat bandara.
Perusahaan tersebut diketahui memasok bahan bakar bagi maskapai sipil dan juga pesawat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pakistan bersikeras bahwa operasi militernya tidak menimbulkan korban sipil. Namun klaim jumlah korban dari kedua pihak sulit diverifikasi secara independen.
Selain serangan udara, pasukan Afghanistan dan Pakistan juga beberapa kali terlibat bentrokan di wilayah perbatasan dalam beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut mengganggu jalur perdagangan dan memaksa penduduk di wilayah sekitar meninggalkan rumah mereka.
Konflik yang Semakin Meluas
Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) menyatakan bahwa operasi militer Pakistan antara 26 Februari hingga 5 Maret telah menewaskan 56 warga sipil di Afghanistan, termasuk 24 anak-anak.Badan pengungsi PBB juga melaporkan sekitar 115.000 orang terpaksa mengungsi akibat konflik tersebut.
Pertempuran antara kedua negara meningkat pada 26 Februari ketika Afghanistan melancarkan serangan di sepanjang perbatasan sebagai balasan atas serangan udara Pakistan yang menargetkan TTP sebelumnya.
Pakistan kemudian menyatakan “perang terbuka” terhadap otoritas Taliban dan melancarkan pemboman terhadap Kabul pada 27 Februari.
Sejak saat itu, bentrokan di wilayah perbatasan terus meningkat. Otoritas Afghanistan mengatakan serangan yang terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari menewaskan empat anggota satu keluarga di provinsi Khost.
Pemerintah Taliban juga menyatakan pada Kamis bahwa empat anggota keluarga lainnya, termasuk dua anak-anak, tewas akibat tembakan artileri dan mortir Pakistan di Afghanistan timur.
Menurut otoritas di Kabul, sedikitnya tujuh orang tewas di Afghanistan sejak Selasa akibat bentrokan lintas perbatasan antara kedua pihak.
Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, mengatakan korban terbaru terjadi pada Kamis pagi di desa Sadqo di provinsi Khost. Ia menuduh Pakistan secara sengaja menargetkan rumah warga sipil serta tenda-tenda milik komunitas nomaden.