Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. Foto: Antara.
Pemerintah Targetkan 150 Ribu Peserta Program Magang Nasional pada 2026
Gabriella Thesa Widiari • 21 July 2026 15:33
Jakarta: Pemerintah menargetkan Program Magang Nasional diikuti oleh 150 ribu peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025, sebanyak 102.696 orang.
"Target peserta program magang nasional tahun ini yang mencapai 150.000 peserta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, dilansir dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.
Qodari mengatakan peningkatan target tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju visi Indonesia Emas 2045. Adapun, pendaftaran tahap awal Program Magang Nasional dibuka pada 15-28 Juli 2026, dengann kuota 50.000 peserta.
"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Qodari.
Menurutnya, melalui program tersebut para lulusan perguruan tinggi berkesempatan mengikuti magang selama enam bulan. Selain itu, peserta menerima uang saku setara upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Selain memberikan pengalaman kerja, program tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring profesional, memperluas wawasan dunia kerja serta meningkatkan peluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
"Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," kata Qodari.
Qodari mengatakan pemerintah memandang pembangunan SDM sebagai strategi utama untuk memenangkan persaingan global. Sehingga tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat.
"Pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat," kata Qodari.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua di 2025 lalu yang melibatkan 65.245 peserta dan 7.217 mentor, hampir 98,5 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis. Selain itu, lebih dari 84 persen peserta juga menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut.

Ilustrasi magang. Foto: dok. Medcom.
Penilaian serupa diberikan mentor dan perusahaan. Sebanyak 84 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kemampuan peserta dalam belajar dan menyerap pengetahuan selama pemagangan.
Dari sisi manfaat ekonomi, lebih dari 97 persen peserta menyatakan uang saku yang diterima setidaknya cukup membantu kondisi ekonomi mereka atau keluarganya. Sementara itu, sekitar 30 persen peserta memperoleh penawaran pekerjaan setelah mengikuti program pemagangan.