Konflik Kian Memanas, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain

Asap dari serangan Iran di salah satu negara Teluk. (Anadolu Agency)

Konflik Kian Memanas, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain

Willy Haryono • 18 July 2026 18:53

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim angkatan lautnya melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Mengutip kantor berita Tasnim, IRGC menyatakan serangan tersebut menyasar dermaga pendukung logistik armada AS di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menghancurkan pusat data intelijen AS di Bahrain yang disebut Batelco, serta pusat sinyal dan komunikasi milik AS di Kuwait.

Menurut IRGC, serangan tersebut merupakan bagian dari operasi Iran yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Langkah itu dilakukan di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat antara Washington dan Teheran.

Di sisi lain, Amerika Serikat disebut telah melancarkan serangkaian serangan terhadap infrastruktur Iran, termasuk fasilitas desalinasi air, pembangkit listrik, dan menara telekomunikasi.

Rangkaian serangan terbaru ini terjadi meski kedua pihak sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri perang dan menjadi dasar tercapainya perjanjian damai jangka panjang.

Namun, nota kesepahaman itu dinilai gagal dipertahankan karena kedua belah pihak terus saling melancarkan serangan, sehingga memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Baca juga:  IRGC Klaim Cegat Empat Kapal di Selat Hormuz dalam Operasi Rudal dan Drone

(Willy Haryono)