Jembatan yang hancur dalam serangan AS di Iran. Foto: Press TV
AS Kembali Gempur Iran Selatan, Lima Jembatan Strategis Jadi Sasaran
Muhammad Reyhansyah • 17 July 2026 14:42
Washington: Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran selatan dan tenggara pada Kamis malam, 16 Juli 2026, termasuk menghantam lima jembatan strategis dalam gelombang serangan malam keenam secara berturut-turut.
Penyiar nasional Iran, IRIB, melaporkan satu orang tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan di sebuah kawasan permukiman di Kota Bandar Abbas.
Mengutip Anadolu, Jumat, 17 Juli 2026, serangan terpisah juga dilaporkan menghantam dua jembatan di dekat Bandar Khamir, Provinsi Hormozgan, yang menurut IRIB menewaskan tujuh orang dan melukai sembilan lainnya.
Media Iran juga melaporkan ledakan terjadi di Pulau Qeshm, Sirik, Bushehr, Ahvaz, serta di sekitar Bandara Iranshahr. Kantor Berita Fars menyebut total lima jembatan menjadi sasaran serangan, termasuk Jembatan Gariveh dan Kahurestan yang dinilai penting bagi jalur logistik dan mobilitas militer Iran.
Sementara itu, Kantor Berita Mehr melaporkan sebuah menara telekomunikasi di Bandar Abbas kemungkinan turut menjadi sasaran, meski informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi.
Di sisi lain, militer Iran mengklaim telah menyerang pusat dukungan logistik pasukan Amerika Serikat di Kuwait.
Dalam pernyataan terpisah, militer Iran juga mengklaim menyerang pusat komando operasi khusus AS di Al-Tanf, Suriah, serta menghancurkan sistem radar, sejumlah helikopter, dan menewaskan banyak personel Amerika. Klaim tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak Amerika Serikat.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan gelombang terbaru operasi ofensif terhadap aset-aset militer Iran, yang menjadi malam keenam berturut-turut serangan militer Washington.
Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu.
Meski kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk meredakan konflik, bentrokan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir terkait situasi di Selat Hormuz.