Karhutla Landa 3 Kecamatan di Aceh Barat

Petugas berusaha memadamkan api. (ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat)

Karhutla Landa 3 Kecamatan di Aceh Barat

Lukman Diah Sari • 21 July 2026 23:15

Nagan Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan masih terus berupaya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga kecamatan.

“Saat ini, luas lahan yang sudah terbakar mencapai sembilan hektare,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah kepada wartawan, Selasa, 21 Juli 2026, melansir Antara.

Ada pun lokasi yang terdeteksi terbakar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Meureubo, Samatiga, dan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Teuku mengatakan berdasarkan data pendataan tim, total area yang terdampak meliputi Kecamatan Meureubo yaitu di Desa Gunong Kleng seluas 0,5 Ha, Kecamatan Samatiga meliputi Desa Cot Seumeureng seluas 3 Ha dan Desa Paya Lumpat seluas 3 Ha.

Sedangkan di Kecamatan Johan Pahlawan luas lahan yang sudah terbakar tercatat seluas 2,5 Ha meliputi Desa Lpang seluas 0,5 Ha dan Desa Leuhan seluas 2 Ha.

Teuku Ronald menjelaskan penanganan di titik kebakaran di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat saat ini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya 100 persen. Namun, penanganan intensif berupa pemadaman dan penyekatan masih terus berlanjut di wilayah Kecamatan Samatiga dan Johan Pahlawan.

 Ilustrasi-BPBD Kabupaten Buleleng

"Untuk lokasi Gampong Cot Seumeureng, Paya Lumpat, Lapang, dan Leuhan, saat ini proses pemadaman telah mencapai sekitar 35 persen. Mengenai penyebab pasti munculnya titik api, saat ini masih dalam proses penyelidikan," jelas dia.

Upaya pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat. Ketersediaan sumber air yang sangat terbatas serta tiupan angin kencang di lokasi menjadi kendala utama tim gabungan dalam memadamkan kobaran api. Dampak dari kebakaran ini, kata dia, tidak hanya merusak vegetasi tanaman lokal, tetapi juga menghasilkan asap yang mulai mengganggu pernapasan warga sekitar serta para pengguna jalan.

Untuk menanggulangi meluasnya api, BPBD Aceh Barat menurunkan berbagai armada dan sarana prasarana, termasuk dua unit armada water supply (WS), armada damkar mako dan Pos Meureubo, unit armada D-Max, mesin pompa air, serta dukungan 2 unit Armada Pemadam dari Batalyon Infanteri 116/Garda Samudra.

"Aksi pemadaman ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari personil BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Meureubo, TNI, Polri, Pusdalops, Regu III Damkar & Rescue, kelompok mahasiswa (UKM PK UTU), serta masyarakat setempat yang bahu-membahu menjinakkan si jago merah," pungkas nya.

(Lukman Diah Sari)