Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Kuwait Terbakar usai Serangan Iran

Kuwait mengaktifkan rencana darurat setelah kebakaran terjadi di fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi menyusul serangan Iran. (Anadolu Agency)

Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Kuwait Terbakar usai Serangan Iran

Willy Haryono • 18 July 2026 14:31

Kuwait City: Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengonfirmasi terjadinya kebakaran di salah satu komponen fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air setelah serangan Iran yang terjadi pada Sabtu dini hari, 18 Juli 2026.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah Kuwait, KUNA, kementerian menyatakan insiden tersebut mendorong pihaknya mengambil langkah-langkah operasional sebagai tindakan pencegahan guna menjaga keselamatan fasilitas serta memastikan kestabilan jaringan listrik nasional.

"Hal ini mengharuskan penerapan langkah-langkah operasional preventif untuk menjamin keamanan fasilitas dan stabilitas jaringan listrik," demikian bunyi pernyataan kementerian.

Pemerintah Kuwait juga mengumumkan telah mengaktifkan rencana tanggap darurat untuk menangani dampak insiden tersebut.

Namun, hingga kini belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.

Eskalasi Regional

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran dan Teheran membalas dengan serangan ke sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS, termasuk Kuwait.

Sebelumnya, Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap berbagai target militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk.

Meski demikian, pemerintah Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan pesawat nirawak yang mengarah ke wilayah negara tersebut.

Eskalasi terbaru terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu sebagai upaya mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara kembali terlibat aksi saling serang yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Baca juga:  CENTCOM: AS Selesaikan Gelombang Serangan Tujuh Malam Berturut-turut ke Iran

(Willy Haryono)