Prabowo Perintahkan Kirim Tim Pelajari Strategi Hapus Kelaparan

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Prabowo Perintahkan Kirim Tim Pelajari Strategi Hapus Kelaparan

Achmad Zulfikar Fazli • 20 July 2026 19:46

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya mengirim tim ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk mempelajari strategi penghapusan kelaparan. Presiden mengatakan pemerintah tidak boleh ragu belajar dari negara yang berhasil menekan angka kelaparan.

"Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brasil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke Vietnam. Belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Presiden, pemerintah akan tetap menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat miskin meskipun menuai kritik. 

Dia mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap praktik kecurangan dan penyelundupan yang berdampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar

Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh memiliki warga yang kelaparan dan menyatakan target Indonesia tanpa kelaparan (zero hunger) sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia mengingatkan PBB telah lama memperingatkan ancaman krisis pangan, energi, dan air, serta menetapkan penghapusan kemiskinan (no poverty) sebagai tujuan pertama SDGs.

Selain itu, Prabowo menyebut tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya meliputi kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being), pendidikan berkualitas (Quality Education), kesetaraan gender (Gender Equality), akses air bersih, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan industri dan infrastruktur, serta pengurangan kesenjangan.

(Achmad Zulfikar Fazli)