Ilustrasi karhutla. (medcom.id)
Sejumlah Wilayah Sumbar Terdampak Asap Karhutla Provinsi Tetangga
Silvana Febiari • 25 August 2026 06:24
Padang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) menyebut sejumlah daerah di wilayah perbatasan terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tersebut berasal dari karhutla yang terjadi di provinsi tetangga.
"Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga," kata , kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Tasliatul Fuaddi, dilansir dari Antara, Selasa, 25 Agustus 2026.
Daerah-daerah yang terdampak adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan sebagian wilayah Tanah Datar, serta Solok. Jarak pandang di daerah-daerah tersebut menurun dibandingkan hari normal dan kualitas udara pun terdampak.
Meskipun ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) per 23 Agustus masih berada dalam kategori baik hingga sedang, masyarakat tetap diimbau supaya mengenakan masker saat beraktivitas.
"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," imbaunya.
Asap yang masuk ke wilayah Sumbar adalah kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan, bukan dari wilayah Sumbar. Hal itu diketahui dari jumlah titik api di Sumbar yang menurun drastis pada periode 14-23 Agustus dibandingkan periode 1-13 Agustus 2026.

Ilustrasi-kebakaran lahan di Nagari Sulik Aia, Solok, Sumatra Barat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/bar
Pada periode 1-13 Agustus, titik api tercatat 232 titik. Sedangkan 14-23 Agustus jumlah titik api berkurang lebih dari lima puluh persen pada angka 103 titik.
"Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga," ujar Tasliatul.
Berdasarkan data dari Sipongi Gakkum Kehutanan periode 14-23 Agustus diketahui titik api di wilayah Jambi terpantau sebanyak 1.281 titik, Riau 1.433 titik, dan Sumsel mencapai 4.975 titik. Sementara untuk Provinsi Bengkulu dan Sumatra Utara terpantau rendah pada angka 154 titik dan 214 titik.