Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo Targetkan Pembangunan PLTS 100 GWp Rampung 3 Tahun
Gabriella Thesa Widiari • 25 August 2026 17:27
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) rampung dalam tiga tahun. Target itu untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional
Adapun target tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan peluncuran PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
"Kita tidak main-main dan target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia optimis target itu mampu direalisasikan tepat waktu, bahkan lebih cepat. Kepala Negara lantas mencontohkan swasembada pangan yang awalnya ditargetkan selesai dalam empat tahun, namun bisa terealisasi dalam satu tahun.
"Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya dua tahun lah," kata Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyampaikan peluncuran PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)," kata Prasetyo.
Langkah itu diambil mengingat Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru mencapai sekitar 1,5 GWp. Program itu akan dibangun bertahap, yaknj tahap I sebanyak 17 GWp, tahap II 18 GWp, dan tahap III 30 GWp.
Sepanjang 2025, kata Mensesneg, pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (EBT), terbagi atas 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) senilai Rp103,3 miliar, yang melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

Presiden Prabowo Subianto luncurkan program PLTS 100 GWp. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Prasetyo mengungkapkan pada tahun 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga senilai Rp450,2 miliar dan tiga lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga senilai Rp50,4 miliar. Program listrik desa juga telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu menerima manfaat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
"Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan green jobs. RUPTL 2025–2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs," ujar Prasetyo.