2,2 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Penyintas Gempa NTT

Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan berupa 2,2 ton rendang kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi/ BNPB)

2,2 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Penyintas Gempa NTT

Silvana Febiari • 26 August 2026 08:10

Manggarai: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) berupa 2,2 ton rendang. Bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut merupakan donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Sumbar yang dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar.

“Kami membawa rendang yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai di Sumatra Barat dan masyarakat,” ucap Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa, 25 Agustus 2026.
 


Menurutnya, pengiriman bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi NTT. “Bantuan ini dukungan dari masyarakat Sumatra Barat yang juga ikut merasakan duka, Nusa Tenggara Timur tidak sendirian, masih ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain di Indonesia turut merasakan,” imbuhnya.

Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan diterima perwakilan BNPB, yakni Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari serta PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta. 

Selanjutnya, Gubernur Sumatra Barat bersama Deputi Bidang Pencegahan BNPB mendistribusikan langsung bantuan rendang sebanyak 500 kilogram menuju Pos Kabupaten Manggarai.


Bantuan berupa 2,2 ton rendang dari Sumatra Barat dikirim kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi/ BNPB)


Setibanya di Pos Kabupaten Manggarai, rombongan bertemu dan berdialog dengan Bupati Manggarai yaitu Herybertus G.L Nabit. Kedatangan mereka tidak hanya dengan tangan kosong, namun juga membawa bantuan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai.

Rendang dipilih sebagai bantuan bencana karena memiliki daya tahan lama, nilai gizi tinggi, dan cita rasa yang disukai masyarakat Indonesia. Selain itu, rendang juga mudah dipanaskan dan dikonsumsi bersama nasi, menjadikannya makanan praktis di tengah situasi sulit. 

Mahyeldi menegaskan ini bukan satu-satunya bantuan yang akan diberikan. Namun, koordinasi dan pengumpulan dukungan dari Sumatra Barat masih terus dilakukan. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada bantuan lanjutan yang tujuannya untuk meringankan duka dari penyintas di NTT.

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah memfasilitasi proses distribusi bantuan. Termasuk pengiriman bantuan ke Kabupaten Manggarai menggunakan pesawat.


Bantuan berupa 2,2 ton rendang dari Sumatra Barat dikirim kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi/ BNPB)

BNPB Siap Distribusikan Bantuan ke Masyarakat Terdampak

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyambut baik banyaknya bantuan dari pemerintah daerah lain kepada penyintas gempa NTT M7.7 kali ini.

“Penyampaian bantuan dari masyarakat  Sumatera Barat saat ini menunjukkan memang jiwa gotong royong kita sebagai bangsa, antar provinsi, kabupaten dan kota, terbangun sangat baik,” ujar Abdul.

Dirinya mengungkap semua bantuan yang didistribusikan oleh BNPB dari semua unsur bangsa, pasti akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami di BNPB bertugas menyampaikan amanah dari Sumatera Barat, provinsi lain, lembaga dan entitas lain, agar sampai di tangan masyarakat terdampak,” tuturnya.


Bantuan berupa 2,2 ton rendang dari Sumatra Barat dikirim kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi/ BNPB)


Namun, penanganan setiap bencana membutuhkan proses dan tidak lepas dari berbagai kendala. Para donatur atau penyumbang diharapkan bersabar dan percaya bantuan disalurkan kepada mereka yang berhak.

“Semua dukungan logistik yang dititipkan kepada kami melalui Pos Halim, Labuan Bajo atau Maumere pasti kita akan sampaikan kepada masyarakat terdampak,” tutupnya.

(Silvana Febiari)