Kemenag Salurkan Bantuan untuk Madrasah Terdampak Gempa NTT

Pelajar madrasah di tenda darurat. Foto: Dok Kemenag.

Kemenag Salurkan Bantuan untuk Madrasah Terdampak Gempa NTT

Arga Sumantri • 22 August 2026 19:35

Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan seribu school kit dan 16 Temporary Learning Space (TLS) bagi madrasah terdampak bencana gempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pendidikan harus tetap berjalan meski peserta didik berada dalam situasi pascabencana.

"Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak, sekaligus memberikan dukungan kepada madrasah yang terdampak," ujar Nasaruddin Umar dalam siaran pers yang dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sebagai bentuk perhatian langsung terhadap kondisi pendidikan di wilayah terdampak, Nasaruddin dijadwalkan melakukan kunjungan ke NTT untuk meninjau secara langsung kondisi madrasah dan memastikan kebutuhan pemulihan layanan pendidikan dapat ditangani dengan baik.

Dari 72 madrasah yang terdampak bencana, sebanyak 15 madrasah menjadi prioritas utama penerima bantuan pada tahap ini. Sebanyak 16 TLS disiapkan sebagai ruang belajar sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Sementara, 1.000 school kit disalurkan untuk mendukung kebutuhan belajar peserta didik yang terdampak.

Penyerahan bantuan untuk pelajar madrasah terdampak gempa NTT. Foto: Dok Kemenag.

Nasaruddin Umar dukungan terhadap madrasah terdampak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah bencana. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pembelajaran secara bertahap.

"Kita ingin memastikan madrasah yang terdampak tetap mendapatkan dukungan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pembelajaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara bertahap," tutur dia.

Kementerian Agama akan terus melakukan koordinasi dan pemetaan kebutuhan madrasah terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan pendidikan di NTT, sekaligus memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan bagi peserta didik di wilayah terdampak.

(Arga Sumantri)