Kawasan Gunung Slamet terlihat cerah berawan Jumat (21/8) pagi. (MI)
Cuaca Jawa Tengah 21 Agustus: 8 Daerah Berpotensi Hujan
Akhmad Safuan • 21 August 2026 09:45
Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpeluang terjadi di delapan wilayah di Jawa Tengah pada Jumat, 21 Agustus 2026. Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, mengungkapkan bahwa cuaca di Jawa Tengah umumnya didominasi cerah berawan. Namun, pada sore hingga malam hari, terdapat peluang turun hujan di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
"Meskipun ada peluang turun hujan ringan di sejumlah daerah, tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena di musim kemarau ini banyak tanaman kering dan mudah terbakar," kata Noor, Jumat, 21 Agustus 2026.
-
Purwokerto
-
Purbalingga
-
Banjarnegara
-
Wonosobo
-
Batang
-
Kajen (Pekalongan)
-
Pemalang
-
Slawi (Tegal)
"Waspadai juga angin kencang, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi," imbuhnya.
Gelombang Tinggi dan Rob
Sementara itu, kondisi cuaca di perairan Jawa Tengah umumnya cerah dan berawan. Gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter masih berpotensi terjadi di perairan selatan.Adapun gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berisiko terjadi di sejumlah kawasan perairan utara, yakni Karimunjawa bagian barat dan timur, perairan Jepara, serta perairan Pati-Rembang yang berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
.jpg)
Ilustrasi: Ombak tinggi di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Effendi, mengatakan bahwa selain gelombang tinggi, air laut pasang (rob) kembali naik di perairan utara dengan ketinggian maksimum mencapai 0,9 meter pada pukul 04.00–07.00 WIB. Kondisi ini memicu genangan atau banjir rob di kawasan pesisir sejumlah daerah di Pantura.
"Waspadai gelombang tinggi di atas 1,25 meter saat kecepatan angin di atas 15 knot, terutama untuk kapal nelayan dan tongkang," ujar Usman.
Usman mengingatkan, banjir rob tersebut dapat mengganggu berbagai aktivitas warga, seperti transportasi darat dan laut, kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, serta aktivitas para petani garam.