Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda dalam acara Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
Kementan Klaim Indonesia Sudah Swasembada Domba dan Kambing
Hendrik Simorangkir • 16 June 2026 23:18
Tangerang: Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan Indonesia saat ini berhasil mencapai swasembada domba dan kambing. Capaian tersebut terlihat dari angka impor daging domba dan kambing yang tercatat berada di bawah 10 persen.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda mengatakan, jumlah populasi domba nasional berada di angka kurang lebih 9,15 juta ekor. Sementara jumlah populasi kambing nasional tercatat di angka sekitar 15 juta ekor.
"Saat ini Indonesia bisa kita declare sudah swasembada daging domba dan kambing. Kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 peesen dari kebutuhan nasional, bahkan kita terus kurangi," ujar Agung dalam acara Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Selasa, 16 Juni 2026.
Agung menyebut pemerintah telah menggunakan daging domba dan kambing dari dalam negeri untuk keperluan ibadah haji masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu. "Karena populasi domba kambing kita cukup melimpah bahkan saat ini harganya juga relatif murah dibandingkan dengan kondisi-kondisi jauh di beberapa tahun yang lalu," kata Agung.

Ilustrasi kambing. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
Agung menuturkan, pemerintah masih membuka keran impor daging domba dan kambing selama enam bulan terakhir pada 2026. Namun, impor tersebut hanya diperbolehkan untuk produk berkualitas premium dengan jumlah di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.
"Jadi Indonesia di samping sudah swasembada daging ayam dan telur, kita juga sekarang sudah swasembada untuk domba dan kambing. Kita sedang mendorong ekspor dan teman-teman nanti akan menyaksikan bagaimana para pengusaha kita di Indonesia sudah melakukan butchering system sehingga daging domba dan kambing jenis apapun bisa dihasilkan di dalam negeri," jelas Agung.