FBI Gagalkan Dugaan Serangan Drone terhadap Acara UFC di Gedung Putih

Gedung US Capitol di Washington DC. (Anadolu Agency)

FBI Gagalkan Dugaan Serangan Drone terhadap Acara UFC di Gedung Putih

Willy Haryono • 17 June 2026 12:37

Washington: Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengungkap dugaan rencana serangan teror yang menargetkan ajang UFC Freedom 250 di Gedung Putih dan menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Direktur FBI Kash Patel mengatakan ancaman tersebut terdeteksi pada 10 Juni, beberapa hari sebelum acara digelar di halaman selatan Gedung Putih.

Menurut Patel, operasi gabungan yang melibatkan FBI, Departemen Kehakiman AS, dan sejumlah lembaga penegak hukum berhasil menggagalkan serangan sebelum rencana tersebut dijalankan.

Lima Orang Didakwa

Dikutip dari AsiaOne, Rabu, 17 Juni 2026, Departemen Kehakiman AS mengumumkan lima orang dari berbagai negara bagian telah didakwa atas dugaan persekongkolan untuk melakukan serangan yang ditujukan kepada pejabat pemerintah dan peserta acara.

Penyidik juga mengidentifikasi sedikitnya 23 orang yang diduga terlibat dalam jaringan perencanaan serangan tersebut.

Menurut dokumen pengadilan, para tersangka diduga menggunakan aplikasi TikTok dan Signal untuk berkomunikasi dan menyusun rencana serangan.

Gunakan Drone Berisi Bahan Peledak

Dokumen penyidikan menyebut para pelaku diduga berencana menerbangkan drone yang membawa bahan peledak ke area sekitar lokasi acara guna memicu kepanikan massal.

Setelah kerumunan berusaha menyelamatkan diri, para pelaku diduga akan menembaki peserta yang melarikan diri menggunakan tim penembak jitu yang telah disiapkan sebelumnya. Penyidik juga mengungkap adanya rencana lanjutan untuk menyerbu kompleks Gedung Putih.

FBI menyatakan serangan berhasil digagalkan sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Acara Dihadiri Trump

UFC Freedom 250 digelar pada 14 Juni di halaman selatan Gedung Putih sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat sekaligus bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump.

Acara tersebut dihadiri ribuan penonton, pejabat pemerintahan, anggota Kongres, serta sejumlah tokoh dunia olahraga dan bisnis.

Penyelidikan masih berlangsung dan otoritas AS belum menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan dalam kasus tersebut.

Baca juga:  Trump Rayakan Ulang Tahun ke-80 dengan Pengumuman Kesepakatan Damai Iran

(Willy Haryono)