Ilustrasi SPPG. Foto: Dok. MI.
41 SPPG di Tangsel Kena Suspend, Ini Penyebabnya
Hendrik Simorangkir • 11 June 2026 19:25
Tangerang: Sebanyak 41 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dari 131 di Tangerang Selatan (Tangsel) terkena suspend atau sanksi penghentian operasional sementara, selama program makan bergizi gratis (MBG) bergulir. Mayoritas penangguhan tersebut disebabkan instalasi pengelolaan air limbah yang belum memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
"Jadi faktor penyebab SPPG kena suspend mayoritas karena instalasi pengelolaan air limbah sebanyak 18 dapur yang bermasalah. Lalu ada 12 dapur infrastruktur dan lay out tidak memenuhi standar yang ditetapkan BGN. Ada suspen 20 SPPG, sisa enam suspend tapi sudah pengajuan untuk dilakukan pencabutan suspen," ujar Koordinator Wilayah BGN Tangsel, Nindy Sabrina, Kamis, 11 Juni 2026.
Dari 131 SPPG, sebanyak 109 sudah aktif. Sisanya dapur makan bergizi gratis sedang persiapan beroperasi.

Petugas menyiapkan makan bergizi gratis. Dokumentasi/ Istimewa
Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan setiap dapur memiliki surat kesiapan operasional yang harus dicek oleh SPPG. Termasuk, kelengkapan infrastruktur serta sertifikat laik higienis sanitasi.
"Berdasarkan petunjuk teknis harus diselesaikan tiga bulan pertama. Dengan adanya satgas ini kami mencoba menerima masukan dari berbagai instansi terkait, mungkin ada masukan-masukan yang ditambahkan dalam surat ready operasional," jelas Nindy.
Nindy menjelaskan bahwa BGN Tangsel bersama organisasi perangkat daerah terkait telah diarahkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan pemantauan terhadap dapur MBG. Jika terdapat SPPG yang melanggar petunjuk teknis, instansi terkait akan memberikan rekomendasi atau atensi. BGN akan menindaklanjutinya dengan melakukan suspend.
"Suspend ini bukan pemberhentian tetap, tapi sementara untuk pembenahan. Tapi kalau sudah suspen tiga kali, SPPG tersebut ditutup," kata Nindy.