Evaluasi Haji 2026: Menhaj Fokus Perbaikan Layanan Mina dan Kesehatan

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Dok. MCH 2026.

Evaluasi Haji 2026: Menhaj Fokus Perbaikan Layanan Mina dan Kesehatan

Akmal Fauzi • 1 June 2026 15:22

Jakarta: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ibadah Haji 2026 akan diprioritaskan pada dua aspek krusial. Kedua aspek tersebut adalah optimalisasi pelayanan jemaah di Mina serta penguatan syarat istitha'ah (kemampuan) kesehatan jemaah.

Menurut Irfan, kedua persoalan tersebut menjadi catatan penting demi aspek kenyamanan sekaligus keselamatan jemaah pada musim haji mendatang. Ia tak menampik bahwa operasional haji tahun ini secara umum berjalan relatif baik, namun pembenahan di sejumlah lini tetap tidak bisa ditawar.
 


Kondisi di Mina, misalnya, diakui masih menjadi tantangan terbesar. Keterbatasan ruang maktab acapkali berbenturan dengan tren lonjakan kuota jemaah yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Jujur untuk Mina kemarin saya jauh dari puas, sehingga tahun depan harus kami cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina,” ujar Irfan di Makkah dikutip dari Media Indonesia, dikutip Senin, 1 Juni 2026.

Di sisi lain, Irfan juga menaruh perhatian serius pada standardisasi istitha'ah kesehatan. Meski grafik angka kematian jemaah tahun ini sukses ditekan hingga hampir 50 persen dibanding musim lalu, kasus jemaah yang langsung dilarikan ke rumah sakit setibanya di Arab Saudi masih saja ditemukan.


Ilustrasi jemaah haji. Foto: Media Indonesia/MCH 2026/Akmal Fauzi.

Oleh karena itu, Irfan menginstruksikan agar skrining dan penilaian medis ditempatkan sebagai hulu dari seluruh proses persiapan haji. Tolok ukur kelayakan berangkat, lanjut dia, tidak boleh lagi bersandar pada faktor usia semata, melainkan pada kebugaran fisik dan medis jemaah.

“Kami tidak bicara usia, tapi bicara kesehatan. Tahun ini ada yang usianya lebih dari 100 tahun dan tetap bisa berangkat karena sehat,” tegasnya.

Guna mengantisipasi persoalan serupa di masa depan, Kementerian Haji dan Umrah bakal mengakselerasi program pembinaan kesehatan jemaah jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Saat ini, sejumlah daerah dilaporkan bahkan sudah mulai mengonsolidasikan calon jemaah untuk musim haji berikutnya guna mendapatkan bimbingan manasik intensif yang berjalan beriringan dengan edukasi kesehatan preventif.

(Fachri Audhia Hafiez)