Hakim AS Perintahkan Penghapusan Nama Trump dari Kennedy Center

Nama Donald Trump terlihat di gedung Kennedy Center. (Anadolu Agency)

Hakim AS Perintahkan Penghapusan Nama Trump dari Kennedy Center

Willy Haryono • 30 May 2026 15:50

Washington: Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) memerintahkan penghapusan nama Presiden Donald Trump dari John F. Kennedy Center for the Performing Arts dan juga memblokir sementara rencana penutupan gedung seni tersebut selama dua tahun.

Mengutip The Washington Post, Sabtu, 30 Mei 2026, Hakim Distrik AS Christopher Cooper mengeluarkan dua putusan yang menginstruksikan pejabat Kennedy Center menghapus nama Trump dari institusi tersebut dalam waktu dua pekan.

Hakim juga menghentikan sementara langkah lanjutan terkait rencana penutupan gedung yang dijadwalkan dimulai pada Juli mendatang.

Putusan tersebut muncul dari gugatan hukum yang menantang sejumlah kebijakan pimpinan Kennedy Center setelah keterlibatan kontroversial pemerintahan Trump dalam pengelolaan institusi tersebut.

Salah satu gugatan diajukan anggota Kongres dari Partai Demokrat Joyce Beatty yang mempersoalkan keputusan dewan pengurus mengganti nama pusat seni itu menjadi “The Donald J. Trump and The John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts.”

Gugatan terpisah dari kelompok arsitektur dan pelestarian sejarah menilai rencana renovasi gedung harus lebih dulu melewati proses peninjauan federal, termasuk kajian pelestarian sejarah dan dampak lingkungan.

Pemerintah AS sebelumnya berargumen bahwa Kongres telah menyetujui pendanaan renovasi senilai USD257 juta dan menegaskan tidak ada rencana pembongkaran gedung.

Renovasi Gedung

Dalam sidang pada April lalu, Direktur Eksekutif Kennedy Center Matt Floca menyebut bangunan tersebut mengalami berbagai masalah infrastruktur serius, termasuk kebocoran air, kerusakan struktur, dan gangguan sistem perpipaan.

Namun, kelompok pelestarian menilai renovasi seharusnya dapat dilakukan tanpa menutup operasional gedung.

Kontroversi Kennedy Center semakin mencuat sejak Trump menjadi ketua dewan institusi tersebut pada Februari 2025 setelah kembali menjabat sebagai presiden untuk periode kedua.

Sejak itu, sejumlah produksi seni dilaporkan mundur, penjualan tiket menurun, dan pengurangan staf terjadi di lembaga budaya tersebut.

Perubahan nama Kennedy Center juga disebut menjadi bagian dari berbagai upaya untuk menempatkan nama atau citra Trump pada proyek pemerintah dan dokumen resmi lain, termasuk bandara, kartu taman nasional, kapal perang bertenaga nuklir, hingga usulan uang kertas USD250.

Baca juga:  Donald Trump Ganti Nama Pusat Kennedy Art Center dengan Namanya Sendiri

(Willy Haryono)