Volume Sampah Usai Konvoi Persib Diperkirakan Capai 50 Ton

Massa Bobotoh melakukan pawai merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026 di Kota Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Volume Sampah Usai Konvoi Persib Diperkirakan Capai 50 Ton

Roni Kurniawan • 25 May 2026 15:39

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat adanya peningkatan volume sampah usai rangkaian perayaan dan konvoi juara Persib Bandung selama dua hari pada 22-24 Mei 2026. Lonjakan sampah terjadi seiring membeludaknya aktivitas masyarakat, terutama di pusat Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan volume sampah pada akhir pekan kemarin diperkirakan mencapai sekitar 50 ton. Angka tersebut meningkat akibat padatnya aktivitas massa yang merayakan keberhasilan Persib meraih gelar juara Super League 2025-2026.

"Tadi ngobrol paling tidak 50 ton (sampah). Paling tidak naik sekitar 10 persen. Karena malam Minggu kemarin yang kami temukan bukan hanya sampah, tapi juga orang-orang mabuk yang bertiduran," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 25 Mei 2026.
 


Pihaknya masih menunggu laporan resmi terkait total volume sampah yang dihasilkan selama perayaan berlangsung. Berdasarkan pemantauan sementara, jumlah sampah diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibanding hari biasa.

"Saya sekarang lagi menunggu laporan sampah, ini yang serem. Kelihatannya volume sampah naik dalam dua hari ini," ujar Farhan.

Farhan menyebut petugas gabungan bersama aparat keamanan harus bekerja ekstra sejak malam hingga dini hari. Hal itu dilakukan untuk membersihkan ruas jalan sekaligus membubarkan kelompok warga yang masih berpesta setelah konvoi selesai.

"Tadi subuh saya, bukan tadi subuh, dari semalam ya kami belum tidur. Keliling-keliling selain membubarkan mereka yang masih pesta-pesta, juga membersihkan jalan. Lumayan berat," sahut Farhan.


Ilustrasi. Foto: Dok Medcom.id


Selain sampah umum, Pemkot Bandung juga menemukan banyak botol minuman keras berserakan di sejumlah lokasi. Bahkan, jumlah botol miras yang terkumpul selama dua malam disebut mencapai satu mobil pikap penuh.

“Kami bahkan menemukan sampah botol minuman keras selama dua malam ini hingga mencapai satu mobil pikap penuh. Jadi memang sepertinya kami bersama kepolisian nanti akan melakukan razia minuman keras secara besar-besaran, karena dampaknya ternyata sangat dahsyat," beber Farhan.

Farhan mengaku, Pemkot Bandung berencana menggencarkan razia terhadap peredaran minuman keras ilegal. Langkah itu akan dilakukan bersama kepolisian menyusul munculnya berbagai dampak negatif selama perayaan berlangsung.

"Ya, sikat saja semuanya yang ilegal. Kan yang bisa kami tindak itu yang ilegal. Nah, itu nanti akan menjadi perhatian," tegas Farhan.

(Silvana Febiari)