Lima Anggota OPM Mewoluk Puncak Jaya Kembali ke Pangkuan NKRI

Lima anggota OPM Kodap XXVIII dari Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya secara sukarela menandatangani dokumen kesetiannya kembali ke pangkuan NKRI di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. ANTARA/ HO-Koops TNI Habema

Lima Anggota OPM Mewoluk Puncak Jaya Kembali ke Pangkuan NKRI

Silvana Febiari • 27 June 2026 18:33

Puncak Jaya: Lima anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVIII dari Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, secara sukarela mengucapkan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna mengatakan ikrar kesetiaan lima anggota OPM menjadi bukti pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat mampu membangun kepercayaan serta membuka jalan menuju perdamaian.

"Koops TNI Habema menghormati keputusan saudara-saudara kita yang telah memilih kembali ke pangkuan NKRI sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Kami berharap momentum ini menjadi awal bagi kehidupan yang lebih baik, aman, dan produktif bersama keluarga serta masyarakat," kata Wirya, dilansir dari Antara, Sabtu, 27 Juni 2026. 
 


Pihaknya juga mengajak siapa pun yang masih berada di kelompok bersenjata untuk menempuh jalan damai. Sebab, masa depan Papua akan lebih baik apabila dibangun melalui persatuan, dialog, dan semangat kebersamaan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Janji setia kembali ke pangkuan NKRI disampaikan lima anggota OPM di Alun-alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya pada Kamis, 25 Juni 2026. Ikrar tersebut disaksikan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga, serta ratusan warga yang hadir.

Dalam prosesi tersebut, kelima anggota kelompok bersenjata OPM Mewuluk membacakan naskah ikrar, menandatangani dokumen kesetiaan kepada NKRI, serta mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol tekad untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako dan pakaian sebagai bentuk perhatian serta dukungan terhadap proses kembalinya lima anggota OPM ke tengah masyarakat.


Lima  anggota OPM Kodap XXVIII dari Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya secara sukarela menandatangani dokumen kesetiannya  kembali ke pangkuan  NKRI di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. ANTARA/ HO-Koops TNI Habema


Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, unsur forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta keluarga para peserta menunjukkan bahwa upaya membangun perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan semangat bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif, aman, dan berdampingan dengan masyarakat.

Ia mengatakan keputusan lima anggota kelompok bersenjata OPM untuk kembali ke pangkuan NKRI disebut sebagai pilihan yang lahir dari kesadaran pribadi tanpa adanya unsur paksaan. Langkah tersebut diharapkan menjadi awal bagi terbangunnya kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta membuka peluang bagi terciptanya stabilitas keamanan yang mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Koops TNI Habema bersama seluruh unsur pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam menjaga keamanan di Papua. Melalui kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak masyarakat yang berperan aktif menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

(Silvana Febiari)