Bursa Saham AS Melesat

Amerika Serikat. Foto: Unsplash.

Bursa Saham AS Melesat

Arif Wicaksono • 26 July 2023 07:37

Washington: Bursa saham di Amerika Serikat (AS) merekah. Indeks utama Wall Street naik pada penutupan perdagangan kemarin. Ini karena indikasi potensi kenaikan suku bunga semakin tinggi memudar.

Melansir CNBC International, Rabu, 26 Juli 2023, indeks saham Dow Jones Industrial Avarege (DJIA) naik 0,08 persen. Nasdaq naik 0,61 persen, dan S&P 500 naik sebesar 0,28 persen.

Saham yang menghijau adalah Microsoft Corp, DOw Inc, Intel Corp, PDD Holdings Inc, dan General Electric. Kemudian saham yang melemah adalah Goldman Sachs, Walt Disney Co, Merck & Co, Biogen Inc dan Lucid Group.

Sebanyak 130 perusahaan S&P500 akan menyampaikan laporan keuangan pada minggu ini. Investor mengandalkan pendapatan membuat keputusan untuk membeli saham yang terkait dengan kecerdasan buatan.

Kapitalisasi pasar teknologi global secara gabungan sudah naik sebesar USD6 triliun dengan sektor kecerdasan buatan menyumbang sekitar USD2 triliun. Kecerdasan buatan akan memberikan visibilitas secara jangka panjang dalam perekonomian yang solid.

Pasar memperkirakan kepastian mutlak Fed akan menyetujui kenaikan seperempat poin persentase yang akan membawa suku bunga acuan pinjaman ke kisaran target 5,25 hingga 5,5 persen. Itu akan mendorong batas atas tingkat dana federal ke level tertinggi sejak Januari 2001.

Kepala Strategi Pendapatan Tetap di Charles Schwab Kathy Jones menuturkan bank sentral telah bertindak cukup jauh. Dengan tingkat inflasi tahunan yang menurun menjadi tiga persen pada Juni, menjadi 9,1 persen setahun yang lalu. Namun demikian, bahaya semakin meningkat karena Fed dapat secara tidak perlu mendorong ekonomi ke dalam kontraksi.

"Mereka melewati jalur yang sulit di sini. Bagi saya, keputusannya adalah, hei, kita sudah melakukan cukup untuk saat ini, dan kita bisa menunggu dan melihat. Tapi tampaknya orang-orang di The Fed berpikir mereka membutuhkan setidaknya satu lagi," kata Jones.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arif Wicaksono)