Prancis Rusuh, Trump Sebut Paris akan Menjadi Kota Muslim

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Prancis Rusuh, Trump Sebut Paris akan Menjadi Kota Muslim

Fajar Nugraha • 20 October 2026 08:31

Washington: Di tengah ketegangan akibat protes yang berujung kerusuhan dan penjarahan di Prancis, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan komentar asal tanpa fakta.

Di tengah kerusuhan di Prancis, Trump mengatakan, “Paris akan segera menjadi kota Muslim”.

Trump menceritakan percakapannya dengan Macron, di mana ia mengatakan, "Sudah sejak lama saya katakan, Anda membuat kesalahan besar di Prancis. Anda membiarkan siapa pun dari seluruh dunia masuk. Seluruh dunia berdatangan masuk."

Tidak hanya itu, Trump kembali menyalahkan imigrasi sebagai penyebab protes dan kekerasan yang mengguncang Prancis dalam beberapa hari terakhir. Ia mendesak Eropa dan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memperketat perbatasan.

"Apa yang terjadi di Prancis berkaitan dengan imigrasi, bukan soal sekolah atau hal lainnya," ujar Trump kepada para wartawan di Washington, mengulangi pernyataannya dari hari sebelumnya.

"Ini masalah imigrasi, dan saya sudah katakan kepada Presiden Emmanuel Macron, tutuplah perbatasan Anda,” tegas Trump, seperti dikutip dari NDTV, Selasa 20 Oktober 2026.


Kerusuhan yang terjadi di Prancis. Foto: EFE-EPA

Demonstrasi akhir pekan yang dipicu oleh lonjakan harga terjadi di Paris dan kota-kota lain, yang kemudian berujung pada salah satu kekerasan jalanan terburuk yang pernah dialami Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

Trump menceritakan percakapannya dengan Macron, di mana ia mengatakan, "Sudah sejak lama saya katakan, Anda membuat kesalahan besar di Prancis. Anda membiarkan siapa pun dari seluruh dunia masuk. Seluruh dunia berdatangan masuk."

"Paris akan segera menjadi kota Muslim," tambah politisi dari Partai Republik tersebut.

"Jika Eropa tidak menutup perbatasannya dan menyingkirkan para pelaku kriminal ,-seperti orang-orang yang sedang berunjuk rasa itu,- maka Eropa akan tamat,” kata Trump.

Trump menjadikan upaya memerangi imigrasi ilegal sebagai janji utama dalam kampanye tahun 2024-nya, yang terkadang didasarkan pada klaim keliru yang mengeksploitasi ketakutan terkait ras.

(Fajar Nugraha)