Bulgaria Evakuasi 18 Awak Kapal usai Serangan Drone di Laut Hitam

Kapal perang Angkatan Laut Bulgaria menyelamatkan 18 awak kapal asing yang terkena serangan drone di Laut Hitam. Foto: Viory

Bulgaria Evakuasi 18 Awak Kapal usai Serangan Drone di Laut Hitam

Muhammad Reyhansyah • 29 October 2026 18:03

Varna: Angkatan Laut Bulgaria menyelamatkan 18 awak kapal asing setelah kapal kontainer Contship Jet yang berbendera Liberia dilaporkan terkena serangan drone laut di lepas pantai Laut Hitam pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kapal yang dimiliki perusahaan Yunani tersebut kemudian ditarik menuju Varna menggunakan kapal patroli Angkatan Laut Bulgaria. 

Petugas Polisi Perbatasan membantu para awak turun dari kapal dan menjalani pemeriksaan medis.

Laksamana Muda Kiril Mihaylov mengatakan, Angkatan Laut Bulgaria telah menerima peringatan dari otoritas maritim Prancis sebelum kapal tersebut diserang sekitar 16 mil laut di sebelah timur Tanjung Kaliakra.

“Serangan pertama terjadi pada pukul 12.00, disusul dua serangan lainnya menggunakan drone permukaan terhadap sebuah kapal kontainer sekitar 16 mil laut di sebelah timur Kaliakra, di zona tambahan Republik Bulgaria, di luar laut teritorial,” kata Mihaylov kepada media, dikutip dari Viory, Kamis, 29 Oktober 2026.

Ia mengatakan pihaknya belum mengetahui asal drone tersebut karena perangkat itu dapat diluncurkan dari berbagai lokasi. Drone ketiga terdeteksi pada jarak paling jauh, sementara kecepatan serangan diperkirakan mencapai 26 knot.

Kontainer Jatuh ke Laut

Lebih dari 20 kontainer dilaporkan jatuh ke laut akibat insiden tersebut. Otoritas Bulgaria kini menyelidiki isi muatan yang berada di dalam kontainer-kontainer itu.

Meski mengalami kerusakan, kapal Contship Jet masih tetap mengapung, menurut Mihaylov.

“Menurut kapten kapal, kapal itu mengangkut kontainer berisi berbagai jenis bahan bakar dan muatan berbahaya lainnya. Namun, belum diketahui secara pasti jenis muatan yang dibawa,” ujarnya.

Berdasarkan laporan awal, seluruh 18 awak kapal berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka. Mereka terdiri dari 14 warga negara Filipina dan empat warga Ukraina.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Contship Jet. Asal drone yang digunakan dalam serangan itu juga belum dapat dipastikan.

Ketegangan di Laut Hitam

Serangan terhadap Contship Jet menambah daftar insiden yang menyasar kapal komersial di Laut Hitam bagian barat. Sedikitnya enam kapal dilaporkan menjadi sasaran dalam beberapa pekan terakhir, dengan sejumlah kapal tenggelam dan awak kapal tewas atau dilaporkan hilang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menuduh Rusia berada di balik serangan-serangan terhadap kapal komersial di sekitar Bulgaria. Ia menyatakan Moskow melakukan operasi gabungan menggunakan drone laut dan udara.

Namun, Rusia membantah tuduhan keterlibatan dalam sejumlah insiden sebelumnya. Kedutaan Besar Rusia di Sofia menegaskan bahwa penyelidik perlu memastikan asal dan kewarganegaraan drone sebelum pihak yang bertanggung jawab dapat ditentukan.

Duta Besar Rusia untuk Bulgaria, Eleonora Mitrofanova, juga dilaporkan mengemukakan kemungkinan adanya provokasi oleh pihak ketiga dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev.

Di tengah meningkatnya ancaman terhadap pelayaran komersial, Bulgaria meminta dukungan NATO yang lebih kuat, termasuk penguatan pertahanan antidrone dan pengerahan pesawat tempur untuk melindungi jalur pelayaran di Laut Hitam.

(Fajar Nugraha)