Viral, Bayi di Bulukumba Meninggal usai 10 Hari Tak Dapat Asupan Makanan dan Susu

Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf saat melawat ke rumah korban. Metro TV

Viral, Bayi di Bulukumba Meninggal usai 10 Hari Tak Dapat Asupan Makanan dan Susu

Metro TV • 30 October 2026 10:57

Bulukumba: Nakla Safira, bayi berusia 14 bulan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sebelumnya, Nakla menjadi perhatian publik setelah kisahnya yang diduga tidak mendapat asupan makanan dan susu selama 10 hari akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Jenazah Nakla telah dibawa pulang ke rumah keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. Suasana duka menyelimuti keluarga, termasuk sang nenek yang selama ini merawat Nakla. Ia tak kuasa menahan tangis ketika ayah Nakla menggendong jenazah putrinya menuju rumah.

Sebelum meninggal, Nakla sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kejang. Kondisinya yang memburuk membuat bayi tersebut harus menjalani perawatan selama sepekan di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Bulukumba.

Selama ini, Nakla diasuh oleh neneknya dalam kondisi serba terbatas. Ibu Nakla meninggal dunia ketika anak tersebut baru berusia satu bulan. Sementara itu, ayahnya bekerja sebagai buruh di luar kota sehingga jarang berada di rumah.

Kisah kondisi Nakla sebelumnya menyebar luas di media sosial. Sang nenek sempat meminta bantuan masyarakat setelah cucunya mengalami kondisi lemas dan disebut tidak memperoleh makanan maupun susu selama 10 hari.

"Dia (neneknya) datang ke rumah nangis-nangis minta tolong cucuku 10 hari tidak makan dan minum karena habis jatuh dalam keadaan sakit tidak makan. Adminduknya baru belum diurus BPJS," kata Ehmy Sandre tetangga korban.
 


Selain mengalami kekurangan asupan, Nakla juga disebut pernah terjatuh dan mengalami sakit. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat sang nenek kesulitan memenuhi kebutuhan susu serta membawa cucunya berobat. Nakla juga belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Kasus tersebut mendapat perhatian Pimpinan DPRD Bulukumba, Syahruni Haris. Ia menilai persoalan warga miskin yang kesulitan memperoleh kebutuhan dasar, termasuk pelayanan kesehatan, masih menjadi masalah yang berulang di wilayahnya.

Menurut Syahruni, pendataan dan penanganan masyarakat rentan perlu mendapat perhatian lebih serius agar warga yang membutuhkan tidak luput dari jangkauan pelayanan pemerintah.

“Ini kejadian berulang-ulang masyarakat kita tidak terpantau pelayanan kesehatannya ceritanya sudah 10 hari di rumah neneknya menyampaikan tidak ada BPJS ini. Kepada masyarakat tidak ada BPJS tetap datang ke rumah sakit karena kalau sudah ke rumah sakit BPJS nomor dua nyawa yang harus diutamakan,” tegas Syahruni, Jumat, 30 Oktober 2026.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id
 

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kelalaian dari jajaran pemerintah daerah dalam penanganan kasus Nakla.

Ia berjanji mengevaluasi persoalan tersebut dan meminta masyarakat turut menyampaikan laporan apabila menemukan warga miskin yang belum mendapatkan penanganan atau belum terjangkau perhatian pemerintah.

Andi juga menekankan pentingnya peran aparatur pemerintahan di tingkat bawah untuk lebih aktif memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Pemerintah di tingkat bawah lurah sampai kepala dusun lingkungan itu harus proaktif mencermati kehidupan masyarakatnya. Bukti hari ini bagian daripada masyarakat yang tertutup juga yang tidak melaporkan kondisi keluarganya,” kata Andi. (Musdalifah)

(Whisnu M)