Egy Maulana Vikri Ungkap Rahasia Penampilan Apiknya di FIFA ASEAN Cup

Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri saat ditemui awak media di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), setelah dirinya menghadiri acara gala premier film dokumenter Timnas Indonesia "The Longest Wait". (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Egy Maulana Vikri Ungkap Rahasia Penampilan Apiknya di FIFA ASEAN Cup

Siti Yona Hukmana • 29 October 2026 04:53

Jakarta: Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri mengungkapkan rahasia di balik penampilan apiknya di FIFA ASEAN Cup 2026 pada awal Oktober. Kala itu, ia memainkan peran krusial sebagai pemain pengganti dalam kemenangan atas Bangladesh dan Thailand.

Egy hanya tampil dalam dua laga itu di FIFA ASEAN Cup, dengan total bermain 36 menit. Meski bermain sebentar, Egy mampu menjawab kepercayaan pelatih John Herdman setelah dia memberikan kontribusi nyata yang mengubah jalannya laga.

"Ya percaya aja sama diri sendiri dan ya apa pun yang terjadi, jangan menyerah dan ya pekerjaan apapun yang dilakukan, apapun itu, ya selalu berikan yang terbaik, just give your best," kata Egy di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, dilansir Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.

Pada laga melawan Bangaldesh, Egy yang masuk pada menit ke-73, mengirimkan umpan lambung akurat ke ruang kosong kepada Ole Romeny yang berujung pada gol Mitchell Baker. Gol pada menit-menit akhir ini memastikan langkah Indonesia ke final setelah menang dengan skor 9-2.

Penampilan apik Egy kemudian berlanjut pada laga final saat ia dimasukkan pada menit ke-101. Kala itu, momen ketenangannya menahan bola dan memberikan operan ke Rizky Ridho berujung pada gol penyeimbang melawan Thailand dengan skor 2-2 yang dicetak Elkan Baggott pada menit ke-116.

Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN CUP 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 5 Oktober 2026. Istimewa

Gol ini memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti yang pada akhirnya mengantarkan Indonesia menjadi juara. Kehadirannya sebagai "pembeda" di lapangan di dua pertandingan itu membuat Egy banyak mendapatkan pujian. Saat disinggung bagaimana perasaannya mengetahui hal itu, pesepak bola 26 tahun itu memilih rendah hati.

"Semuanya layak mendapat pujian kita satu tim, bahkan suporter pun layak mendapat pujian. Jadi ya, semuanya itu untuk kita semua yang memenangkan ini dan semuanya patut untuk merayakan," kata Egy.

Lebih lanjut, Egy kembali mengutarakan rasa syukurnya dapat membawa Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup. Ajang ini merupakan gelar senior pertama Indonesia dalam 35 tahun.

Sementara bagi Egy, keberhasilan ini menjadi pencapaian spesial yang sudah ia impikan dari kecil. Ini menjadi prestasi terbaiknya bersama tim nasional di semua level kelompok umur. Sebelumnya, prestasi terbaiknya adalah mengantarkan Garuda Muda mendapatkan medali perunggu di SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam

"Saya rasa semua memberikan yang terbaik dan alhamdulillah itu jadi gelar pertama Indonesia di, saya enggak tahu sudah berapa tahun, mungkin 30-an tahun dan itu sesuatu yang saya impikan dari kecil bisa juara bersama Indonesia di kelompok senior," ujar Egy.

(Siti Yona Hukmana)