Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times
Trump Salahkan Keberadaan Warga Dunia Ketiga Terkait Kerusuhan di Prancis
Fajar Nugraha • 25 October 2026 18:03
Georgia: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan kebijakan perbatasan terbuka dan imigrasi atas gejolak yang melanda Prancis, alih-alih persoalan pendidikan.
Dalam kampanye di Perry, Georgia, pada Sabtu 24 Oktober 2026, Trump mengklaim para migran telah “mengambil alih” negara tersebut.
Trump turut menyatakan bahwa polisi Prancis dihalangi dalam menjalankan tugasnya, sebelum menepis tuntutan demonstran untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
“Dengar, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pendidikan. Ini berkaitan dengan sekelompok orang gila yang radikal dan kejam dari negara-negara Dunia Ketiga yang datang dan mengambil alih Prancis,” tegas Trump.
“Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pendidikan. Semua itu omong kosong,” imbuh Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prancis kembali menggelar demonstrasi nasional untuk akhir pekan kedua berturut-turut. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sekitar 410.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi pada Sabtu.
Sementara itu, Konfederasi Umum Buruh, salah satu serikat pekerja di Prancis, memperkirakan jumlah peserta mencapai 800.000 orang.
Gerakan protes itu bermula pada September melalui demonstrasi mahasiswa yang menuntut penambahan jumlah guru, perbaikan kondisi ruang kelas, dan peningkatan anggaran pendidikan. Aksi tersebut kemudian meluas dengan mencakup berbagai keluhan terkait kenaikan biaya hidup dan layanan publik.
Trump juga menuduh Senator Partai Demokrat Jon Ossoff mendukung kebijakan imigrasi yang dapat memicu gejolak serupa di Amerika Serikat. Ia sekaligus menyatakan dukungannya kepada penantang Ossoff dari Partai Republik, Mike Collins, menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.
(Razaqa Hariz)